WARNA KEHIDUPAN

15 Des

Tahukah dirimu ini lebih daripada cukup

Hanyalah mimpi-mimpi yang indah

Membuat hidup lebih berarti…

Nikmatin segala yang didunia nie, bagaimana jika t’ak seindah ni?

ya! tak’an ad arti……

 

Dari pelangi mengajarkanku arti kehidupan

Dia begitu bewarna..

Yang parasnya tak asing, Namun eksotis..

Dari sanalah aku mampu berucap

Hidup nie suatu cara untuk menggapai warna itu..

Berkat warna itu aku bersyukur, aku bersyukur sekali…….

karena miliki hidayah penerangan berkat warnanya…

langit yang menampakkan warna yang mengibaratkan isi hatiku saat ini

Aku tau, dibalik redup kehidupan

Aku yakini, pasti ada celah penerangan…

Sungguh!!…………………………….

Aku ingin seindah pelangi

Agar ketika redup kehidupan, ternyata begitu banyak menyiimpan warna

Yaitu dinding hati membatasi masalah

yakini semua kan baik-baik saja

mungkin itu sepenggal kisah terjadinya pelangi

Dibalik redupnya hidup penuh dengan pancaran warna

trimaksih Tuhan engkau telah ciptakannya ….^_^

by: leny

TEKA TEKI KEHIDUPAN

14 Des

hidup terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan

kadang, kita ingin bahagia, Namun tak disangka duka yang melanda

kadang kita ingin tertawa, tapi tangis yang meraja rela

kadang kita ingin dicintai orang, yang dicintai malah tak mengerti sama sekali

Ada banyak cara dalam dunia ini

berbeda kisah, romantika, dan suasana

tapi, semua jika kita jalani dengan sabar

ingatlah janji Allah semua akan terjadi

indah pada waktunya

MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL

14 Des

 

Manusia Sebagai Makhluk Individu

Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas.

 

Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu. Dalam diri individi ada unsur jasmani dan rohaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya.

Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Dari sekian banyak manusia, ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor fenotip dan genotip. Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan, dibawa individu sejak lahir. Kalau seseorang individu memiliki ciri fisik atau karakter sifat yang dibawa sejak lahir, ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan (faktor fenotip). Faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Ligkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. Lingkungan sosial, merujuk pada lingkungan di mana eorang individu melakukan interaksi sosial. Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial yang lebih besar.

Karakteristik yang khas dari seeorang dapat kita sebut dengan kepribadian. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor bawaan genotip)dan faktor lingkungan (fenotip) yang saling berinteraksi terus-menerus.

Menurut Nursid Sumaatmadja (2000), kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi bio-psiko-fiskal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan. Dia menyimpulkan bahwa faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seeorang.

Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.

Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.

Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karrena beberapa alasan, yaitu:

a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.

b. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.

c. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain

d. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.

B. Interaksi Sosial dan Sosialisasi

1. Interaksi Sosial

Kata interaksi berasal dari kata inter dan action. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik saling mempengaruhi antara individu, kelompok sosial, dan masyarakat.

Interaksi adalah proses di mana orang-oarang berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi dala pikiran danb tindakana. Seperti kita ketahui, bahwa manusia dalam kehidupan sehari-hari tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain.

Interaksi sosial antar individu terjadi manakala dua orang bertemu, interaksi dimulai: pada saat itu mereka saling menegeur, berjabat tangan, saling berbicara, atau bahkan mungkin berkelahi. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk-bentuk dari interaksi sosial.

Interaksi sosial terjadi dengan didasari oleh faktor-faktor sebagai berikut

Imitasi adalah suatu proses peniruan atau meniru.

Sugesti adalah suatu poroses di mana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau peduman-pedoman tingkah laku orang lain tanpa dkritik terlebih dahulu. Yang dimaksud sugesti di sini adalah pengaruh pysic, baik yang datang dari dirinya sendiri maupuhn dari orang lain, yang pada umumnya diterima tanpa adanya kritik. Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya, dengan interaksi sosial adalaha hampir sama. Bedanya ialah bahwa imitasi orang yang satu mengikuti salah satu dirinya, sedangkan pada sugesti seeorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya, lalu diterima oleh orang lain di luarnya.

Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identi (sama) dengan orang lain, baik secara lahiriah maupun batiniah.

Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain. Simpati timbul tidak atas dasar logis rasional, melainkan berdasarkan penilain perasaan seperti juga pada proses identifikasi.

OBSERVASI KE MESJID AT-TAQWA

13 Des

Latar belakang mengambil TPA di masjid AT-TAQWA

Stimulasi pendidikan sejak dini adalah hal yang paling penting dan terutama sekali yang harus diberikan kepada anak karena melalui stimulasi usia dini anak akan menjadi seseorang yang dapat membentuk kepribadiannya sendiri, banyak sekali jalan yang harus dilakukan oleh seorang pendidik untuk memberikan stimulasi kepada anak, salah satunya dengan mengajak anak untuk bergabung di dalam suatu kelompok yaitu TPA(taman pendidikan Al qur’an).

Latar belakang kami memilih TPA AT-TAQWA sebagai tempat observasi karena disana anak bisa atau mampu untuk melatih kemampuannya dengan cara diberikan pengajaran oleh guru mereka. Di TPA tersebut kami memandang bahwa stimulasi yang diberikan sesuai dengan apa yang telah kita pelajari, si pendidik memberikan stimulasi pelajaran dengan cara yang dapat ditangkap oleh anak seperti: membaca ayat-ayat pendek , menyebutkan nama-nama malaikat, dan proses Tanya jawab. Dan pada saat kami memperhatikan mereka, kebanyakan dari mereka yang sudah mampu menyerap pelajaran yang diberikan oleh guru mereka,tapi sebagian dari mereka juga ada yang kelihatan malu-malu untuk memberikan pendapat dan menjawab pertanyaan. Satu hal yang kami kagumi dari TPA ini adalah kebanyakan anak yang aktif adalah anak cowok, dia sangat mampu menjawab apa yang dipertanyakan oleh gurunya. Jika dilihat dari segi pendidik, guru di TPA disini sudah berhasil mengembangkan ilmunya kepada anak-anak didik mereka, guru mampu memberikan contoh yang baik bagi anak didiknya.

v  Deskripsi tempat

TPA(taman pendidikan Al-qur’an) ini berada di jalan belibis blok E No. 1, air tawar barat-padang. Tepatnya di mesjid AT-TAQWA.

BAB II

ISI/LAPORAN

v  Keadaan tempat observasi

Keadaan TPA ini sangat memadai dengan fasilitas yang telah disediakan anak bisa belajar dengan baik dan nyaman, sehingga proses pembelajaran berjalan dengan lancar.

  • Guru : Drs. Zulsyafri Dt. Sampono batuah
  • Daftar pelajaran
No

Senen

Selasa

Rabu

Kamis

Jum’at

1 Al qur’an dan hadist Fiqih dan ibadah Bahasa arab Aqidah akhlak Sejarah kebudayaan islam(SKI)
2 Hafalan ayat Hafalan shalat Hafalan do’a Hafalan zikir Tajwid
  • Daftar absen
No

Nama

Keaktifan

1

Novidio ramadhani fitri. P

2

Agustin ulan dari

ü

3

Friska zalianti

4

Fani oktavia

5

Nando alex candra

6

Moriska kurnia. P

ü

7

Karin nabila putrid

8

Fauzan maulana

9

Gandhi dilya utama. P

10

Aristia marta irawan

11

Mutiara latifah

ü

Keterangan :

ü  : Belum mampu

  • : Sudah mampu

v  masalah yang dimiliki oleh anak

  • Anak menghafal ayat terlalu panjang sehingga susah untuk dia mengahafalnya.
  • Anak malu untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.

v  Saran

Seharusnya pembelajaran di TPA ini dilakukan secara bertahap bukan secara sekaligus sehingga anak mampu untuk menguasainya secara baik. Dan dengan begitu otak anak akan mudah untuk menyerap pelajaran yang diberikan pendidik kepada anak didiknya, misalnya saja dari segi penghafalan ayat, anak dituntut untuk selalu mengahafal ayat sehingga dia selalu mengalami kendala dalam segi mengahafal, banyak anak yang kurang tahu dalam mengahafal ayat-ayat yang diberikan oleh guru, mengajar di TPA seharusnya mengedepankan system praktek bukan system dikte sehingga anak lebih bisa dan mampu mengasah dan menggunakan otaknya untuk berfikir.

11. Jadikan rumah tempat yang aman untuk anak bergerak dengan memperhatikan keamanan dari colokan listrik dan barang-barang di rumah yang bisa mencelakakan anak.

12. Biarkan anak berimajinasi dan bereksperimen serta menyatakan perasaan mereka dengan segala keunikannya, aktiflah bersama imajinasi anak.

13. Beri kesempatan pada anak anda untuk bereksplorasi, mencoba karena selama ada ruang untuk berbuat suatu kesalahan, disana anak belajar.

14. Hargai anak atas apapun yang mereka lakukan meskipun kecil.

15. Jujurlah terhadap kondisi yang dialami anak, jangan membohonginya dengan tahayul

16. Jadilah contoh atau model dan lakukan kegiatan sederhana bersama anak.

DAFTAR PUSTAKA

http://sharing-jamaluddin.blogspot.com/2012/04/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html

http://ihtiroom.staff.uns.ac.id/?p=235

http://tribk06.multiply.com/journal/item/34/Salah_suai_Maladjusment?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

http://auliamuttaqin.wordpress.com/2008/03/27/membentuk-konsep-diri-anak/

http://www.ibudanbalita.com/diskusi/pertanyaan/76217/Kiat-membentuk-konsep-diri-positif-pada-anak

http://blog.elearning.unesa.ac.id/nina-dwi-susanti/membangun-konsep-diri-positif-pada-anak-anak

http://edukasi.kompasiana.com/2011/09/05/pembentukan-konsep-diri-yang-positif-pada-anak/

http://indonesiaeducate.org/membentuk-konsep-diri-anak.html

http://niahidayati.net/tag/upaya-dalam-pengembangan-kepribadian-anak

Konvensi sosial (halaman belum tersedia)”>konvensi sosial karena berguna dalam memelihara fungsi dari masyarakat Penalaran moral dalam tahap empat lebih dari sekedar kebutuhan akan penerimaan individual seperti dalam tahap tiga; kebutuhan masyarakat harus melebihi kebutuhan pribadi. Idealisme utama sering menentukan apa yang benar dan apa yang salah, seperti dalam kasus fundalimentalisme. Bila seseorang bisa melanggar hukum, mungkin orang lain juga akan begitu – sehingga ada kewajiban atau tugas untuk mematuhi hukum dan aturan. Bila seseorang melanggar hukum, maka ia salah secara moral, sehingga celaan menjadi faktor yang signifikan dalam tahap ini karena memisahkan yang buruk dari Pasca-Konvensional

Tingkatan pasca konvensional, juga dikenal sebagai tingkat berprinsip, terdiri dari tahap lima dan enam dari perkembangan moral. Kenyataan bahwa individu-individu adalah entitas yang terpisah dari masyarakat kini menjadi semakin jelas. Perspektif seseorang harus dilihat sebelum perspektif masyarakat. Akibat ‘hakekat diri mendahului orang lain’ ini membuat tingkatan pasca-konvensional sering tertukar dengan perilaku pra-konvensional.Dalam tahap lima, individu-individu dipandang sebagai memiliki pendapat-pendapat dan nilai-nilai yang berbeda, dan adalah penting bahwa mereka dihormati dan dihargai tanpa memihak. Permasalahan yang tidak dianggap sebagai relatif seperti kehidupan dan pilihan jangan sampai ditahan atau dihambat. Kenyataannya, tidak ada pilihan yang pasti benar atau absolut – ‘memang anda siapa membuat keputusan kalau yang lain tidak’? Sejalan dengan itu, hukum dilihat sebagai kontrak sosiall dan bukannya keputusan kaku. Aturan-aturan yang tidak mengakibatkan kesejahteraan soasial harus diubah bila perlu demi terpenuhinya kebaikan terbanyak untuk sebanyak-banyaknya orang.  Hal tersebut diperoleh melalui mayoritas sosial, dan kompromi. Dalam hal ini, pemerintahan yang demokratis  tampak berlandaskan pada penalaran tahap lima.Dalam tahap enam, penalaran moral berdasar pada penalaran abstrak menggunakan prinsip etika universal. Hukum hanya valid bila berdasar pada keadilan, dan komitmen terhadap keadilan juga menyertakan keharusan untuk tidak mematuhi hukum yang tidak adil. Hak tidak perlu sebagai kontrak sosial dan tidak penting untuk tindakan moral deontis. Keputusan dihasilkan secara kategoris dalam cara yang absolut dan bukannya secara hipotetis secara kondisiona dari immanual khant. Hal ini bisa dilakukan dengan membayangkan apa yang akan dilakukan seseorang saat menjadi orang lain, yang juga memikirkan apa yang dilakukan bila berpikiran sama dari jhon rauls. Tindakan yang diambil adalah hasil konsensus. Dengan cara ini, tindakan tidak pernah menjadi cara tapi selalu menjadi hasil; seseorang bertindak karena hal itu benar, dan bukan karena ada maksud pribadi, sesuai harapan, legal, atau sudah disetujui sebelumnya. Walau Kohlberg yakin bahwa tahapan ini ada, ia merasa kesulitan untuk menemukan seseorang yang menggunakannya secara konsisten. Tampaknya orang sukar, kalaupun ada, yang bisa mencapai tahap enam dari model Kohlberg ini

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Moral
Anak dilahirkan tanpa moral (imoral) sikap moral untuk berperilaku sesuai nilai-nilai luhur dalam masyarakat belum dikenalnya. Intervensi terprogram melalui pendidikan, serta lingkungan sosial budaya, mempengaruhi perkembangan struktur kepribadian bermuatan moral. Ini dialami dalam keluarga bersama teman sebaya dan rekan-rekan sependidikan, kawan sekerja/kegiatan ditengah lingkungan.
a. Perubahan dalam lingkungan
Perubahan dan kemajuan dalam berbagai bidang membawa pergeseran nilai moral serta sikap warga masyarakat ditengah perubahan dapat terjadi kemajuan/kemrosotan moral. Perbedaan perilaku moral individu sebagian adalah dampak pengalaman dan pelajaran dari lingkungan nilai masyarakatnya. Lingkungan memberi ganjaran dan hukuman. Ini memacu proses belajar dan perkembangan moral secara berkondisi.
b. Struktur kepribadian
Psiko analisa (freud) menggambarkan perkembangan kepribadian termasuk moral. Dimulai dengan sistem ID, selaku aspek biologis yang irasional dan tak disadari. Diikuti aspek psikologis yaitu subsistemego yang rasional dan sadar. Kemudian pembentukan superego sebagai aspek sosial yang berisi sistem nilai dan moral masyarakat.
Ketiga subsistem kepribadian tersebut mempengaruhi perkembangan moral dan perilaku individu. Ketidakserasian antara subsistem kepribadian, berakibat seseorang sukar menyesuaikan diri, merasa tak puas dan cemas serta bersikap/berperilaku menyimpang. Sedang keserasian antara subsistem kepribadian dalam perkembangan moral akan berpuncak pada efektifnya kata hati (superego) menampilakan watak/perilaku bermoral seseorang.
Ada sejumlah faktor penting yang mempengaruhi perkembangan moral anak (Hurlock, 1990).
1. Peran hati nurani atau kemampuan untuk mengetahui apa yang benar dan salah apabila anak dihadapkan pada situasi yang memerlukan pengambilan keputusan atas tindakan yang harus dilakukan.
2. Peran rasa bersalah dan rasa malu apabila bersikap dan berperilaku tidak seperti yang diharapkan dan melanggar aturan.
3. Peran interaksi sosial dalam memberik kesepakatan pada anak untuk mempelajari dan menerapkan standart perilaku yang disetujui masyarakat, keluarga, sekolah, dan dalam pergaulan dengan orang lain.

D. Tahap-Tahap Perkembangan Moral
– menurut kohlberg ada 3 tahap perkembangan moral yaitu:
a. tahap prokonvensional
dimana aturan berisi ukuran moral yang dibuat otoritas pada tahap perkembangan ini anak tidak akan melanggar aturan karena takut ancaman hukuman dari otoritas.
b. tahap konvensional
anak mematuhi aturan yang dibuat bersama, agar ia diterima dalam kelompok sebaya/oleh otoritasnya.
c. Tahap pascakonvensional
Anak menaati aturan untuk menghindari hukuman kata hatinya.
– menurut J. Bull perkembangan moral dibagi menjadi 3 yaitu:
a. tahap anomi
ketidakmampuan moral bayi. Moral bayi barulah suatu potensi yang siap dikembangkan dalam lingkungan.
b. tahap heteronomi
dimana morral yang berpotensial dipacu berkembang orang lai/otoritas melalui aturan dan kedisiplinan.
c. tahap sosionomi
dimana moral berkembang ditengah sebaya/dalam masyarakat, mereka lebih menaati aturan kelompok dari pada aturan otoritas.
d. tahap otonomi
moral yang mengisi dan mengendalikan kata hati serta kemampuan bebasnya untuk berperilaku tanpa tekanan lingkungan.
E. Cara Mempelajari Sikap Moral
Sikap dan perilaku moral dapat dipelajari dengan cara berikut.
1. Belajar melalui cob/ ralat (tryal and error). Anak mencoba belajar mengatahui apakah perilakunya sudah memenuhi standart sosial dan persetujuan sosial atau belum. Bila belum, maka anak dapat mencoba lagi sampai suatu ketika secara kebetulan dapat berperilaku sesuai dengan yang diharapkan.
2. Pendidikan langsung yang dilakukan dengan cara anak belajar memberi reaksi tertentu secara tepat dalam situasi tertentu, serta dilakukan dengan cara memenuhi peraturan yang berlaku dalam keluarga, sekolah, maupun masyarakat sekitar.
3. Identifikasi dengan orang yang dikaguminya. Cara ini biasanya dilakukan secara tidak sadar dan tanpa tekanan dari orang lain. Yang penting ada teladan dari orang yang diidentifikasikan untuk ditiru perilakunya.Pendidikan saat ini umunya mempersiapkan peserta didik memilki banyak pengetahuan, tetapi tidak tahu cara memecahkan masalah tertentu yang dihadapai dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Pendidikan lebih mempersiapkan peserta didik untuk menjadi anak yang pandai dan cerdas, tetapi kurang mempersiapkan peserta didik untuk menjadi anak yang baik. Masalah berkenaan dengan baik dan buruk menjadi kajian bidang moral. Demikian juga dalam mengembangkan aspek moral peserta didik berarti bagaimana cara membantu peserta didik untuk menjadi anak yang baik, yang mengetahui dan berperilaku atau bersikap berbuat baik dan benar. Sikap dan perilaku moral dapat dikembangkan melalui pendidikan dan penanaman nilai/ norma yang dilakukan secara terintegrasi dalam pelajaran maupun kegiatan yang dilakukan anak di keluarga dan sekolah. Pendidikan bukan hanya mempersiapkan anak menjadi manusia cerdas, tetapi juga menjadi manusia yang baik, berbudi luhur, dan berguna bagi orang lain.

Tahap-tahap menuju kedewasaan

13 Des

 

Banyak orang yang berpikir bagaimana cara menjadi seseorang yang dewasa. Dewasa yang dimaksud di sini bukan dalam artian usia, melainkan sikap dan kepribadian, atau dengan kata lain lebih mengarah ke karakter seseorang. Tidaklah mudah menjadi pribadi yang dewasa. Hal ini membutuhkan proses, dan setiap orang membutuhkan waktu yang berbeda-beda untuk menuju kedewasaan tersebut.  Seseorang yang dianggap dewasa sering dijadikan tempat untuk meminta pendapat, saran, atau mungkin hanya sekedar diminta menjadi pendengar yang baik oleh orang lain. Untuk itu seorang yang dewasa haruslah memiliki pengetahuan yang luas untuk dapat memberikan saran atau pendapat kepada orang lain. Jadi bisa dikatakan, orang yang memiliki pengetahuan yang luas bisa bersikap lebih dewasa dibandingkan dengan yang tidak, meskipun hal ini tidak bisa dijadikan sebagai acuan.

Analisis

Tahap-tahap menuju dewasa yang harus dilakukan untuk menambah pengetahuan kita sekalian :

  1. Coba untuk tertarik dengan semua hal baru

Dengan mencoba tertarik kepada sesuatu hal yang baru, itu akan membuat diri kita menjadi ingin tahu lebih tentang semua yang berkaitan dengan hal-hal baru tersebut.

  1. Pelajari hal baru tersebut

Disinilah proses yang paling penting, dimana kita harus menggali/mencari tahu lebih banyak tentang hal baru tersebut, entah itu dari segi positif ataupun segi negative.

  1. Pisahkan nilai positif dan negatif dari hal baru yang sudah anda pelajari

Secara tidak langsung kita akan dilatih menjadi lebih dewasa ketika kita bisa memisahkan nilai positif dan negatif dari hal baru yang sudah anda pelajari.

  1. Terapkan dalam kehidupan sehari-hari

Mempraktekan adalah tahap terakhir dari sebuah proses pembelajaran, Menerapkan nilai-nilai positif dengan mengetahui nilai negatif dari sesuatu adalah tahapan awal seseorang akan dikatakan dewasa

fungsi motifasi

12 Des

Dalam kegiatan belajar mengajar pasti ditemukan anak didik yang malas berpartisipasi dalam belajar. Sedikit pun tidak bergerak hatinya untuk mengikuti pelajaran dengan cara mendengarkan penjelasan guru dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Sementara anak didik yang lain aktif berpartisipasi dalam kegiatan.
Fungsi motivasi dalam belajar akan diuraikan dalam pembahasan sebagai berikut:

Motivasi sebagai pendorong perbuatan

Pada mulanya anak didik tidak ada hasrat untuk belajar, tetapi karena ada sesuatu yang dicari muncullah minatnya untuk belajar. Sesuatu yang belum diketahui itu akhirnya mendorong anak didik untuk belajar dalam rangka mencari tahu. Oleh karena itu, motivasi mempunyai fungsi sebagai pendorong perbuatan siswa.    Motivasi sebagai penggerak perbuatan

a)      Dorongan psikologis yang melahirkan sikap siswa merupakan suatu kekuatan yang tak terbendung, yang kemudian terjelma dalam bentuk gerakan psikofisik yang berfungsi sebagai penggerak perbuatan siswa. Sikap berada dalam kepastian perbuatan dan akal pikiran mencoba membedah nilai yang terpatri dalam wacana, prinsip, dan hukum. Sehingga mengerti betul isi yang dikandungnya. Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa motivasi dapat berfungsi sebagai penggerak perbuatan.      Motivasi sebagai pengarah perbuatan

Anak didik yang mempunyai motivasi dapat menyeleksi mana perbuatan yang harus dilakukan dan mana perbuatan yang harus diabaikan. Sesuatu yang akan dicari anak didik merupakan tujuan belajar yang akan dicapainya. Tujuan belajar itulah sebagai pengarah yang memberikan motivasi pada anak didik dalam belajar. Segala sesuatu yang menggangu pikirannya dan dapat membuyarkan konsentrasinya diusahakan disingkirkan jauh-jauh. Itulah peranan motivasi yang dapat mengarahkan perbuatan anak didik dalam belajar.

 

A.  Upaya-upaya Membangkitakan Motivasi Belajar Siswa

Motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk siswa. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan dan mengarahkan sikap dan perilakusiswa. Ada tiga komponen dalam motivasi yaitu kebutuhan, dorongan dan tujuan.

Dalam proses interaksi belajar mengajar, baik motivasi intrinsik maupun motivasi ekstrinsik, diperlukan untuk mendorong anak didik agar tekun belajar. Ada beberapa upaya motivasi yang dapat dimanfaatkan dalam rangka mengarahkan belajar anak didik di kelas, sebagai berikut:

«  Memberi Angka

Angka adalah sebagai simbol atau nilai dari hasil aktivitas belajar anak didik. Angka merupakan alat motivasi yang cukup memberikan rangsangan kepada anak didik untuk mempertahankan atau bahkan lebih meningkatkan prestasi belajar mereka di masa mendatang. Angka ini biasanya terdapat dalam buku rapor sesuai jumlah mata pelajaran yang diprogramkan dalam kurikulum.

«  Hadiah
Hadiah adalah memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai penghargaan atau kenang-kenangan. Dalam dunia pendidikan, hadiah bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Hadiah dapat diberikan kepada anak didik yang berprestasi tinggi, ranking satu, dua, atau tiga dari anak didik lainnya. Pemberian hadiah bisa juga diberikan dalam bentuk beasiswa atau dalam bentuk lain seperti alat tulis. Dengan cara itu anak didik akan termotivasi untuk belajar guna mempertahankan prestasi belajar yang telah mereka capai.

«  Kompetisi

Kompetisi adalah persaingan, dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong anak didik agar mereka bergairah dalam belajar. Persaingan, baik dalam bentuk individu maupun kelompok diperlukan dalam pendidikan. Kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk menjadikan proses interaksi belajar mengajar yang kondusif. Bila iklim belajar yang kondusif terbentuk, maka setiap anak didik telah terlihat dalam kompetisi untuk menguasai bahan pelajaran yang diberikan. Selanjutnya, setiap anak didik sebagai individu melibatkan diri mereka mesing-masing ke dalam aktivitas belajar.

«  Ego-Involvement

Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai suatu tantangan sehingga bekerja keras dengan mempertaruhkan harga diri sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Seseorang akan berusaha dengan segenap tenaga untuk mencapai prestasi yang baik dengan menjaga harga dirinya. Siswa akan belajar dengan keras bisa jadi karena harga dirinya.

«  Memberi Ulangan

Anak didik biasanya mempersiapkan diri dengan belajar jauh-jauh hari untuk menghadapi ulangan. Namun demikian, ulangan tidak selamanya dapat digunakan sebagai alat motivasi. Ulangan yang guru lakukan setiap hari dengan tidak terprogram, akan membosankan anak didik. Oleh karena itu, ulangan akan menjadi alat motivasi bila dilakukan secara akurat dengan teknik dan strategi yang sistematis.

«  Mengetahui Hasil

Mengetahui hasil belajar bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Dengan mengetahui hasil, anak didik terdorong untuk belajar lebih giat. Apalagi bila hasil belajar itu mangalami kemajuan, anak didik berusaha untuk mempertahankannya atau bahkan meningkatkan intensitas belajarnya guna mendapatkan prestasi belajar yang lebih baik di kemudian hari atau pada semester atau catur wulan berikutnya.

«  Pujian

Pujian yang diucapkan pada waktu yang tepat dapat dijadikan sebagai alat motivasi. Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik. Guru bisa memanfaatkan pujian untuk memuji keberhasilan anak didik dalam mengerjakan pekerjaan di sekolah. Pujian diberikan sesuai dengan hasil kerja, bukan dibuat-buat atau bertentangan sama sekali dengan hasil kerja anak didik. Dengan begitu anak didik tidak antipati terhadap guru, tetapi merupakan figur yang disenangi dan dikagumi.

«  Hukuman

Meski hukuman sebagai reinforcement yang negatif, tetapi bila dilakukan dengan tepat dan bijak akan merupakan alat motivasi yang baik dan efektif. Hukuman akan merupakan alat motivasi bila dilakukan dengan pendekatan edukatif, bukan karena dendam. Pendekatan edukatif dimaksud di sini sebagai hukuman yang mendidik dan bertujuan memperbaiki sikap dan perbuatan anak didik yang dianggap salah. Sehingga dengan hukuman yang diberikan itu anak didik tidak mengulangi kesalahan atau pelanggaran. Minimal mengurangi frekuensi pelanggaran. Akan lebih baik bila anak didik berhenti melakukannya di hari mendatang. Oleh karena itu, hukuman hanya diberikan oleh guru dalam konteks mendidik seperti memberikan hukuman berupa membersihkan kelas, menyiangi rumput di halaman sekolah, membuat resume atau ringkasan, atau apa saja dengan tujuan mendidik.

«  Hasrat untuk Belajar

Hasrat untuk belajar berarti ada unsur kesengajaan, ada maksud untuk belajar. Hal ini akan lebih baik bila dibandingkan dengan segala kegiatan tanpa maksud. Hasrat untuk belajar berarti pada diri anak didik itu memang ada motivasi untuk belajar, sehingga sudah pasti hasilnya akan lebih baik daripada anak didik yang tidak berhasrat untuk belajar. Diakui, hasrat untuk belajar adalah gejala psikologis yang tidak berdiri sendiri, tetapi berhubungan dengan kebutuhan anak didik untuk mengetahui sesuatu dari objek yang akan dipelajarinya. Kebutuhan itulah yang menjadi dasar aktivitas anak didik dalam belajar. Tidak ada kebutuhan berarti tidak ada hasrat untuk belajar. Itu sama saja tidak ada minat untuk belajar.

«  Minat

Minat adalah kecenderungan yang menetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa aktivitas. Seseorang yang berminat terhadap aktivitas akan memperhatikan aktivitas itu sacara konsisten dengan rasa senang. Dengan kata lain, minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat.

«  Tujuan yang Diakui

Rumusan tujuan yang diakui dan diterima baik oleh anak didik merupakan alat motivasi yang sangat penting. Sebab dengan memahami tujuan yang harus dicapai, dirasakan anak sangat berguna dan menguntungkan, sehingga menimbulkan gairah untuk terus belajar

A.   Kesimpulan

Motivasi mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar antara seorang guru dan siswa nya dan motivasi belajar setiap orang bisa jadi tidak sama. Kita harus mengetahui arti motivasi itu sendiri, agar kita dapat memahami arti dari motivasi itu sendiri dan dapat melaksanakan nya dalam kehidpan kita. Jenis motivasi seperti apa yang kita butuhkan untuk membangkitkan agar kita termotivasi. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dapat berasal dari dalam diri antara lain motivasi belajar, sedangkan faktor dari luar diri yang dapat mempengaruhi prestasi belajar diantaranya adalah faktor metode pembelajaran dan faktor lingkungan. Bila faktor lingkungan dalam keadaan baik maka akan berdampak baik pula terhadap diri kita dan sebaliknya jika lingkungan sekitar tidak baik maka akan berpengaruh negatif dan upaya apa yang akan kita lakukan untuk menghadapi situasi seperti itu. Jika semua dapat teratasi maka kita siap untuk meraih cita-cita yang diharapkan.

B.   Saran

Setelah mengetahui arti penting motivasi bagi siswa dan juga guru , maka di harapkan bagi guru agar selalu menjaga motivasi belajar siswanya . Guru juga harus paham akan kebutuhan motivasi anak didiknya. Karena motivasi yang di butuhkan masing-masing siswa itu berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

Dimyati dan Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta.

Ngalim Purwanto. 2006. Psikologi Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta :  Rineka Cipta.

Syaiful Bahri Djamarah. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Syaiful Bahri Djamarah. 2002. Rahasia Sukses Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Syaiful Bahri Djamarah. 2005. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif

Dalam kegiatan belajar mengajar pasti ditemukan anak didik yang malas berpartisipasi dalam belajar. Sedikit pun tidak bergerak hatinya untuk mengikuti pelajaran dengan cara mendengarkan penjelasan guru dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Sementara anak didik yang lain aktif berpartisipasi dalam kegiatan.
Fungsi motivasi dalam belajar akan diuraikan dalam pembahasan sebagai berikut:

µ       Motivasi sebagai pendorong perbuatan

Pada mulanya anak didik tidak ada hasrat untuk belajar, tetapi karena ada sesuatu yang dicari muncullah minatnya untuk belajar. Sesuatu yang belum diketahui itu akhirnya mendorong anak didik untuk belajar dalam rangka mencari tahu. Oleh karena itu, motivasi mempunyai fungsi sebagai pendorong perbuatan siswa.

µ       Motivasi sebagai penggerak perbuatan

a)      Dorongan psikologis yang melahirkan sikap siswa merupakan suatu kekuatan yang tak terbendung, yang kemudian terjelma dalam bentuk gerakan psikofisik yang berfungsi sebagai penggerak perbuatan siswa. Sikap berada dalam kepastian perbuatan dan akal pikiran mencoba membedah nilai yang terpatri dalam wacana, prinsip, dan hukum. Sehingga mengerti betul isi yang dikandungnya. Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa motivasi dapat berfungsi sebagai penggerak perbuatan.

µ       Motivasi sebagai pengarah perbuatan

Anak didik yang mempunyai motivasi dapat menyeleksi mana perbuatan yang harus dilakukan dan mana perbuatan yang harus diabaikan. Sesuatu yang akan dicari anak didik merupakan tujuan belajar yang akan dicapainya. Tujuan belajar itulah sebagai pengarah yang memberikan motivasi pada anak didik dalam belajar. Segala sesuatu yang menggangu pikirannya dan dapat membuyarkan konsentrasinya diusahakan disingkirkan jauh-jauh. Itulah peranan motivasi yang dapat mengarahkan perbuatan anak didik dalam belajar.

A.  Upaya-upaya Membangkitakan Motivasi Belajar Siswa

Motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk siswa. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan dan mengarahkan sikap dan perilakusiswa. Ada tiga komponen dalam motivasi yaitu kebutuhan, dorongan dan tujuan.

Dalam proses interaksi belajar mengajar, baik motivasi intrinsik maupun motivasi ekstrinsik, diperlukan untuk mendorong anak didik agar tekun belajar. Ada beberapa upaya motivasi yang dapat dimanfaatkan dalam rangka mengarahkan belajar anak didik di kelas, sebagai berikut:

«  Memberi Angka

Angka adalah sebagai simbol atau nilai dari hasil aktivitas belajar anak didik. Angka merupakan alat motivasi yang cukup memberikan rangsangan kepada anak didik untuk mempertahankan atau bahkan lebih meningkatkan prestasi belajar mereka di masa mendatang. Angka ini biasanya terdapat dalam buku rapor sesuai jumlah mata pelajaran yang diprogramkan dalam kurikulum.

«  Hadiah
Hadiah adalah memberikan sesuatu kepada orang lain sebagai penghargaan atau kenang-kenangan. Dalam dunia pendidikan, hadiah bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Hadiah dapat diberikan kepada anak didik yang berprestasi tinggi, ranking satu, dua, atau tiga dari anak didik lainnya. Pemberian hadiah bisa juga diberikan dalam bentuk beasiswa atau dalam bentuk lain seperti alat tulis. Dengan cara itu anak didik akan termotivasi untuk belajar guna mempertahankan prestasi belajar yang telah mereka capai.

«  Kompetisi

Kompetisi adalah persaingan, dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong anak didik agar mereka bergairah dalam belajar. Persaingan, baik dalam bentuk individu maupun kelompok diperlukan dalam pendidikan. Kondisi ini bisa dimanfaatkan untuk menjadikan proses interaksi belajar mengajar yang kondusif. Bila iklim belajar yang kondusif terbentuk, maka setiap anak didik telah terlihat dalam kompetisi untuk menguasai bahan pelajaran yang diberikan. Selanjutnya, setiap anak didik sebagai individu melibatkan diri mereka mesing-masing ke dalam aktivitas belajar.

«  Ego-Involvement

Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai suatu tantangan sehingga bekerja keras dengan mempertaruhkan harga diri sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting. Seseorang akan berusaha dengan segenap tenaga untuk mencapai prestasi yang baik dengan menjaga harga dirinya. Siswa akan belajar dengan keras bisa jadi karena harga dirinya.

«  Memberi Ulangan

Anak didik biasanya mempersiapkan diri dengan belajar jauh-jauh hari untuk menghadapi ulangan. Namun demikian, ulangan tidak selamanya dapat digunakan sebagai alat motivasi. Ulangan yang guru lakukan setiap hari dengan tidak terprogram, akan membosankan anak didik. Oleh karena itu, ulangan akan menjadi alat motivasi bila dilakukan secara akurat dengan teknik dan strategi yang sistematis.

«  Mengetahui Hasil

Mengetahui hasil belajar bisa dijadikan sebagai alat motivasi. Dengan mengetahui hasil, anak didik terdorong untuk belajar lebih giat. Apalagi bila hasil belajar itu mangalami kemajuan, anak didik berusaha untuk mempertahankannya atau bahkan meningkatkan intensitas belajarnya guna mendapatkan prestasi belajar yang lebih baik di kemudian hari atau pada semester atau catur wulan berikutnya.

«  Pujian

Pujian yang diucapkan pada waktu yang tepat dapat dijadikan sebagai alat motivasi. Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik. Guru bisa memanfaatkan pujian untuk memuji keberhasilan anak didik dalam mengerjakan pekerjaan di sekolah. Pujian diberikan sesuai dengan hasil kerja, bukan dibuat-buat atau bertentangan sama sekali dengan hasil kerja anak didik. Dengan begitu anak didik tidak antipati terhadap guru, tetapi merupakan figur yang disenangi dan dikagumi.

«  Hukuman

Meski hukuman sebagai reinforcement yang negatif, tetapi bila dilakukan dengan tepat dan bijak akan merupakan alat motivasi yang baik dan efektif. Hukuman akan merupakan alat motivasi bila dilakukan dengan pendekatan edukatif, bukan karena dendam. Pendekatan edukatif dimaksud di sini sebagai hukuman yang mendidik dan bertujuan memperbaiki sikap dan perbuatan anak didik yang dianggap salah. Sehingga dengan hukuman yang diberikan itu anak didik tidak mengulangi kesalahan atau pelanggaran. Minimal mengurangi frekuensi pelanggaran. Akan lebih baik bila anak didik berhenti melakukannya di hari mendatang. Oleh karena itu, hukuman hanya diberikan oleh guru dalam konteks mendidik seperti memberikan hukuman berupa membersihkan kelas, menyiangi rumput di halaman sekolah, membuat resume atau ringkasan, atau apa saja dengan tujuan mendidik.

«  Hasrat untuk Belajar

Hasrat untuk belajar berarti ada unsur kesengajaan, ada maksud untuk belajar. Hal ini akan lebih baik bila dibandingkan dengan segala kegiatan tanpa maksud. Hasrat untuk belajar berarti pada diri anak didik itu memang ada motivasi untuk belajar, sehingga sudah pasti hasilnya akan lebih baik daripada anak didik yang tidak berhasrat untuk belajar. Diakui, hasrat untuk belajar adalah gejala psikologis yang tidak berdiri sendiri, tetapi berhubungan dengan kebutuhan anak didik untuk mengetahui sesuatu dari objek yang akan dipelajarinya. Kebutuhan itulah yang menjadi dasar aktivitas anak didik dalam belajar. Tidak ada kebutuhan berarti tidak ada hasrat untuk belajar. Itu sama saja tidak ada minat untuk belajar.

«  Minat

Minat adalah kecenderungan yang menetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa aktivitas. Seseorang yang berminat terhadap aktivitas akan memperhatikan aktivitas itu sacara konsisten dengan rasa senang. Dengan kata lain, minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat.

«  Tujuan yang Diakui

Rumusan tujuan yang diakui dan diterima baik oleh anak didik merupakan alat motivasi yang sangat penting. Sebab dengan memahami tujuan yang harus dicapai, dirasakan anak sangat berguna dan menguntungkan, sehingga menimbulkan gairah untuk terus belajar

A.   Kesimpulan

Motivasi mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar antara seorang guru dan siswa nya dan motivasi belajar setiap orang bisa jadi tidak sama. Kita harus mengetahui arti motivasi itu sendiri, agar kita dapat memahami arti dari motivasi itu sendiri dan dapat melaksanakan nya dalam kehidpan kita. Jenis motivasi seperti apa yang kita butuhkan untuk membangkitkan agar kita termotivasi. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dapat berasal dari dalam diri antara lain motivasi belajar, sedangkan faktor dari luar diri yang dapat mempengaruhi prestasi belajar diantaranya adalah faktor metode pembelajaran dan faktor lingkungan. Bila faktor lingkungan dalam keadaan baik maka akan berdampak baik pula terhadap diri kita dan sebaliknya jika lingkungan sekitar tidak baik maka akan berpengaruh negatif dan upaya apa yang akan kita lakukan untuk menghadapi situasi seperti itu. Jika semua dapat teratasi maka kita siap untuk meraih cita-cita yang diharapkan.

B.   Saran

Setelah mengetahui arti penting motivasi bagi siswa dan juga guru , maka di harapkan bagi guru agar selalu menjaga motivasi belajar siswanya . Guru juga harus paham akan kebutuhan motivasi anak didiknya. Karena motivasi yang di butuhkan masing-masing siswa itu berbeda.

DAFTAR PUSTAKA

Dimyati dan Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta.

Ngalim Purwanto. 2006. Psikologi Pendidikan. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta :  Rineka Cipta.

Syaiful Bahri Djamarah. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Syaiful Bahri Djamarah. 2002. Rahasia Sukses Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Syaiful Bahri Djamarah. 2005. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif

pahlawan

12 Des

kepemimpinanperusahaan sampai dengan pemerintahan sering kita dengar sebutan pemimpin,kepemimpinan serta kekuasaan. Ketiga kata tersebut memang memiliki hubungan yangberkaitan satu dengan lainnya. Beberapa ahli berpandapat tentang Pemimpin, beberapa diantaranya : o Menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan. o Menurut Robert Tanembaum, Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan, mengarahkan, mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan. o Menurut Prof. Maccoby, Pemimpin pertama-tama harus seorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Pemimpin yang baik untuk masa kini adalah orang yang religius, dalam artian menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan. o Menurut Lao Tzu, Pemimpin yang baik adalah seorang yang membantu mengembangkan orang lain, sehingga akhirnya mereka tidak lagi memerlukan pemimpinnya itu. o Menurut Davis and Filley, Pemimpin adalah seseorang yang menduduki suatu posisi manajemen atau seseorang yang melakukan suatu pekerjaan memimpin.

  •  Sedangakn menurut Pancasila, Pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong, menuntun, dan membimbing asuhannya. Dengan kata lain, beberapa asas utama dari kepemimpinan Pancasila adalah : o Ing Ngarsa Sung Tuladha : Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang -orang yang dipimpinnya. Ing Madya Mangun Karsa : Pemimpin harus mampu membangkitkan semangatberswakarsa dan berkreasi pada orang-orang yang dibimbingnya. Chapter kepemimpinan Tut Wuri Handayani : Pemimpin harus mampu mendorong orang-orang yangdiasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab. Seorang pemimpin boleh berprestasi tinggi untuk dirinya sendiri, tetapi itu tidakmemadai apabila ia tidak berhasil menumbuhkan dan mengembangkan segala yangterbaik dalam diri para bawahannya. Dari begitu banyak definisi mengenai pemimpin,dapat penulis simpulkan bahwa : Pemimpin adalah orang yang mendapat amanah sertamemiliki sifat, sikap, dan gaya yang baik untuk mengurus atau mengatur orang lain. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasiorang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputiproses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilakupengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok danbudayanya. Sedangkan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lainuntuk mau melakukan pap yang diinginkan pihak lainnya.”The art of influencing anddirecting meaninsuch away to abatain their willing obedience, confidence, respect, andloyal cooperation in order to accomplish the mission”. Kepemimpinan adalah seni untukmempengaruhidan menggerakkan orang – orang sedemikian rupa untuk memperolehkepatuhan, kepercayaan, respek, dan kerjasama secara royal untuk menyelesaikan tugasField Manual 22-100. Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk maumelakukan apa yang diinginkan pihak lainnya. Ketiga kata yaitu pemimpin,kepemimpinan serta kekuasaan yang dijelaskan sebelumnya tersebut memilikiketerikatan yang tak dapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanyaberdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasilhendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang ataupendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat –sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruhterhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan. 2
  •  Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakansesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yangbersangkutan. Pada dasarnya fungsi kepemimpinan memiliki 2 aspek yaitu :- Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanakan administrasi danmenyediakan fasilitasnya.- Fungsi sebagai Top Mnajemen, yakni mengadakan planning, organizing, staffing,directing, commanding, controling, dsb. Chapter kepemimpinan 2.2 TEORI KEPEMIMPINAN Memahami teori-teori kepemimpinan sangat besar artinya untuk mengkajisejauh mana kepemimpinan dalam suatu organisasi telah dapat dilaksanakan secaraefektif serta menunjang kepada produktifitas organisasi secara keseluruhan. Dalamkarya tulis ini akan dibahas tentang teori dan gaya kepemimpinan. Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinyamempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi. Beberapa teori tentangkepemimpinan antara lain : Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory ) Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatianpemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawiyang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan diciptakan yang kemudianteori ini dikenal dengan ”The Greatma Theory”. Dalam perkembanganya, teori inimendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwasifat-sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapaimelalui pendidikan dan pengalaman. Sifat-sifat itu antara lain : sifat fisik, mental, dankepribadian. Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilankepemimpinan organisasi, antara lain : Kecerdasan Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggidi atas kecerdasan rat- rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasilyang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasanyang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya. 3
  •  Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internalmaupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang danstabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalammempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya. Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi Chapter kepemimpinan Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggiserta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin padakinerja yang optimal, efektif dan efisien. Sikap Hubungan Kemanusiaan Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga parapengikutnya mampu berpihak kepadanya Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori inimemiliki kecendrungan kearah 2 hal. Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorangpemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yangada dalam hal ini seperti : membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan danbersedia berkonsultasi dengan bawahan. Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yangmemberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat , bawahan mendapatinstruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasilyang akan dicapai. Jadi, berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang baik adalah bagaimanaseorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadaphasil yang tinggi pula. Teori Kewibawaan Pemimpin Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan, sebabdengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik 4
  •  perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untukmelakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin. Teori Kepemimpinan Situasi Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harusbersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan. Teori Kelompok Chapter kepemimpinan Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai, harus ada pertukaran yangpositif antara pemimpin dengan pengikutnya. Dari adanya berbagai teori kepemimpinan di atas, dapat diketahui bahwa teorikepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan (LeadershipStyle), yakni pemimpin yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenapfilsafat, keterampilan dan sikapnya. Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpanbersikap, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhiorang untuk melakukan sesuatu.Gaya tersebut bisa berbeda – beda atas dasar motivasi ,kuasa ataupun orientasi terhadap tugas atau orang tertentu. Diantara beberapa gayakepemimpinan, terdapat pemimpin yang positif dan negatif, dimana perbedaan itudidasarkan pada cara dan upaya mereka memotivasi karyawan. Apabila pendekatandalam pemberian motivasi ditekankan pada imbalan atau reward (baik ekonomismaupun nonekonomis) berartitelah digunakan gaya kepemimpinan yang positif.Sebaliknya jika pendekatannya menekankan pada hukuman atau punishment, berartidia menerapkan gaya kepemimpinan negatif. Pendekatan kedua ini dapatmenghasilakan prestasi yang diterima dalam banyak situasi, tetapi menimbulkankerugian manusiawi. Selain gaya kepemimpinan di atas masih terdapat gaya lainnya. Otokratis Kepemimpinan seperti ini menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalammencapai keputusan dan pengembangan strukturnya. Kekuasaan sangat dominandigunakan. Memusatkan kekuasaan dan pengambilan keputusan bagi dirinya sendiri,dan menata situasi kerja yang rumit bagi pegawai sehingga mau melakukan apa sajayang diperintahkan. Kepemimpinan ini pada umumnya negatif, yang berdasarkan atasancaman dan hukuman. Meskipun demikian, ada juga beberapa manfaatnya antaranyamemungkinkan pengambilan keputusan dengan cepat serta memungkinkanpendayagunaan pegawai yang kurang kompeten. 5
  •  Partisipasif Lebih banyak mendesentrelisasikan wewenang yang dimilikinya sehinggakeputusan yang diambil tidak bersifat sepihak. Demokrasi Ditandai adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakanpendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Di bawah kepemimpinan Chapter kepemimpinanpemimpin yang demokrasis cenderung bermoral tinggi dapat bekerjasama,mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri. Kendali Bebas Pemimpin memberikan kekuasaan penuh terhadap bawahan, struktur organisasibersifat longgar dan pemimpin bersifat pasif. Yaitu Pemimpin menghindari kuasa dantanggung-jawab, kemudian menggantungkannya kepada kelompok baik dalammenetapkan tujuan dan menanggulangi masalahnya sendiri. Dilihat dari orientasi si pemimpin, terdapat dua gaya kepemimpinan yangditerapkan, yaitu gaya konsideral dan struktur, atau dikenal juga sebagai orientasipegawai dan orientasi tugas. Beberapa hasil penelitian para ahli menunjukkan bahwaprestasi dan kepuasan kerja pegawai dapat ditingkatkan apabila konsiderasi merupakangaya kepemimpinan yang dominan. Sebaliknya, para pemimpin yang berorientasi tugasyang terstruktur, percaya bahwa mereka memperoleh hasil dengan tetap membuatorang -orang sibuk dan mendesak mereka untuk berproduksi. Pemimpin yang positif, partisipatif dan berorientasi konsiderasi,tidak selamanyamerupakan pemimpinyan terbaik.fiedler telah mengembakan suatumodel pengecualiandari ketiga gaya kepemimpinan diatas,yakni model kepemimpinankontigennis.model ininyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang paling sesuai bergantung pada situasi dimanapemimpin bekerja.dengan teorinya ini fiedler ingin menunjukkan bahwa keefektifanditunjukkan oleh interaksi antara orientasi pegawai dengan 3 variabel yang berkaitandengan pengikut, tugas dan organisasi. Ketiga variabel itu adalah hubungan antarapemimpin dengan anngota ( Leader – member rolations), struktur tugas (task strukture),dan kuasa posisi pemimpin (Leader position power). Variabel pertama ditentukan olehpengakuan atau penerimaan (akseptabilitas) pemimpin oleh pengikut, variabel keduamencerminkan kadar diperlukannya cara spesifik untuk melakukan pekerjaan, variabelketiga menggambarkan kuasa organisasi yang melekat pada posisi pemimpin. 6
  •  Model kontingensi Fieldler ini serupa dengan gaya kepemimpinan situasionaldari Hersey dan Blanchard. Konsepsi kepemimpinan situasional ini melengkapipemimpin dengan pemahaman dari hubungan antara gaya kepemimpinan yang efektifdengan tingkat kematangan (muturity) pengikutnya.perilaku pengikut atau bawahan iniamat penting untuk mengetahui kepemimpinan situasional, karena bukan saja pengikutsebagai individu bisa menerima atau menolak pemimpinnya, akan tetapi sebagaikelompok , pengikut dapat menemukan kekuatan pribadi apapun yang dimilikipemimpin. Menurut Hersey dan Blanchard (dalam Ludlow dan Panton,1996 : 18 dst), masingmasing gaya kepemimpinan ini hanya memadai dalm situasi yang tepat meskipundisadari bahwa setiap orang memiliki gaya yang disukainya sendiri dan sering merasa Chapter kepemimpinansulit untuk mengubahnya meskipun perlu. Banyak studi yang sudah dilakukan untuk melihat gaya kepemimpinanseseorang. Salah satunya yang terkenal adalah yang dikemukakan oleh Blanchard, yangmengemukakan 4 gaya dari sebuah kepemimpinan. Gaya kepemimpinan ini dipengaruhioleh bagaimana cara seorang pemimpin memberikan perintah, dan sisi lain adalah caramereka membantu bawahannya. Keempat gaya tersebut adalah Directing Gaya tepat apabila kita dihadapkan dengan tugas yang rumit dan staf kita belummemiliki pengalaman dan motivasi untuk mengerjakan tugas tersebut. Atau apabilaanda berada di bawah tekanan waktu penyelesaian. Kita menjelaskan apa yang perludan apa yang harus dikerjakan. Dalam situasi demikian, biasanya terjadi over-communicating (penjelasan berlebihan yang dapat menimbulkan kebingungan danpembuangan waktu). Dalam proses pengambilan keputusan, pemimpin memberikanaturan-aturan dan proses yang detil kepada bawahan. Pelaksanaan di lapangan harusmenyesuaikan dengan detil yang sudah dikerjakan. Coaching Pemimpin tidak hanya memberikan detil proses dan aturan kepada bawahantapi juga menjelaskan mengapa sebuah keputusan itu diambil, mendukung prosesperkembangannya, dan juga menerima barbagai masukan dari bawahan. Gaya yangtepat apabila staf kita telah lebih termotivasi dan berpengalaman dalam menghadapisuatu tugas. Disini kita perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengertitentang tugasnya, dengan meluangkan waktu membangun hubungan dan komunikasiyang baik dengan mereka. Supporting 7
  •  Sebuah gaya dimana pemimpin memfasiliasi dan membantu upaya bawahannyadalam melakukan tugas. Dalam hal ini, pemimpin tidak memberikan arahan secaradetail, tetapi tanggung jawab dan proses pengambilan keputusan dibagi bersamadengan bawahan. Gaya ini akan berhasil apabila karyawan telah mengenal teknik –teknik yang dituntut dan telah mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengananda. Dalam hal ini kita perlumeluangkan waktu untuk berbincang – bincang, untuklebih melibatkan mereka dalam penganbilan keputusan kerja, serta mendengarkansaran -saran mereka mengenai peningkatan kinerja. Delegating Chapter kepemimpinan Sebuah gaya dimana seorang pemimpin mendelegasikan seluruh wewenang dantanggung jawabnya kepada bawahan. Gaya Delegating akan berjalan baik apabila stafkita sepenuhnya telah paham dan efisien dalm pekerjaan, sehingga kita dapat melepasmereka menjalankan tugas atau pekerjaan itu atas kemampuan dan inisiatifnya sendiri. Keempat gaya ini tentu saja mempunyai kelemahan dan kelebihan, serta sangattergantung dari lingkungan di mana seorang pemimpin berada, dan juga kesiapan daribawahannya. Maka kemudian timbul apa yang disebut sebagai ”situational leadership”.Situational leadership mengindikasikan bagaimana seorang pemimpin harusmenyesuaikan keadaan dari orang -orang yang dipimpinnya. Ditengah -tengah dinamika organisasi (yang antara lain diindikasikan oleh adanyaperilaku staf / individu yang berbeda-beda), maka untuk mencapai efektivitas organisasi,penerapan keempat gaya kepemimpinan diatas perlu disesuaikan dengan tuntutankeadaan. Inilah yang dimaksud dengan situasional lesdership,sebagaimana telahdisinggung di atas. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa untuk dapat mengembangkangaya kepemimpinan situasional ini, seseorang perlu memiliki tiga kemampuan khususyakni : Kemampuan analitis (analytical skills) yakni kemampuan untuk menilai tingkatpengalaman dan motivasi bawahan dalam melaksanakan tugas. Kemampuan untuk fleksibel (flexibility atau adaptability skills) yaitu kemampuanuntuk menerapkan gaya kepemimpinan yang paling tepat berdasarkan analisa terhadapsituasi. Kemampuan berkomunikasi (communication skills) yakni kemampuan untukmenjelaskan kepada bawahan tentang perubahan gaya kepemimpinan yang kitaterapkan. 8
  • Ketiga kemampuan di atas sangat dibutuhkan bagi seorang pemimpin, sebabseorang pemimpin harus dapat melaksanakan tiga peran utamanya yakni peraninterpersonal, peran pengolah informasi (information processing), serta peranpengambilan keputusan (decision making) (Gordon, 1996 : 314-315).Peran pertama meliputi :Peran Figurehead Sebagai simbol dari organisasiLeader Berinteraksi dengan bawahan, memotivasi dan mengembangkannya Liaison Menjalin suatu hubungan kerja dan menangkap informasi untuk kepentingan Chapter kepemimpinanorganisasi.Sedangkan peran kedua terdiri dari 3 peran juga yakni :Monitior Memimpin rapat dengan bawahan, mengawasi publikasi perusahaan, atauberpartisipasi dalam suatu kepanitiaan.Disseminator Menyampaikan informasi, nilai – nilai baru dan fakta kepada bawahan.Spokeman Juru bicara atau memberikan informasi kepada orang – orang di luarorganisasinya.Peran ketiga terdiri dari 4 peran yaitu :Enterpreneur Mendesain perubahan dan pengembangan dalam organisasi.Disturbance Handler Mampu mengatasi masalah terutama ketika organisasi sedangdalam keadaan menurun.Resources Allocator Mengawasi alokasi sumber daya manusia, materi, uang dan waktudengan melakukan penjadwalan, memprogram tugas – tugas bawahan, danmengesahkan setiap keputusan.Negotiator Melakukan perundingan dan tawar – menawar.Dalam perspektif yang lebih sederhana, Morgan ( 1996 : 156 ) mengemukakan 3 macamperan pemimpin yang disebut dengan 3A, yakni :Alighting Menyalakan semangat pekerja dengan tujuan individunya. Aligning Menggabungkan tujuan individu dengan tujuan organisasi sehingga setiaporang menuju ke arah yang sama.
  •  Allowing Memberikan keleluasaan kepada pekerja untuk menantang dan mengubahcara kerja mereka. Jika saja Indonesia memiliki pemimpin yang sangat tangguh tentu akan menjadiluar biasa. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin,pengikut mengikuti. Jika pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinyaadalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Oleh karena itu kualitas kita tergantungkualitas pemimpin kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula yangdipimpin. Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin Chapter kepemimpinanbukan dari kekuasaanya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Maka jikaingin menjadi pemimpin yang baik jangan pikirkan orang lain, pikirkanlah diri sendiridulu. Tidak akan bisa mengubah orang lain dengan efektif sebelum merubah diri sendiri.Bangunan akan bagus, kokoh, megah, karena ada pondasinya. Maka sibuk memikirkanmembangun umat, membangun masyarakat, merubah dunia akan menjadi omongkosong jika tidak diawali dengan diri sendiri. Merubah orang lain tanpa merubah dirisendiri adalah mimpi mengendalikan orang lain tanpa mengendalikan diri. 2.3 KEPEMIMPINAN YANG MELAYANI Merenungkan kembali arti makna kepemimpinan, sering diartikankepemimpinan adalah jabatan formal, yang menuntut untuk mendapat fasilitas danpelayanan dari konstituen yang seharusnya dilayani. Meskipun banyak di antarapemimpin yang ketika dilantik mengatakan bahwa jabatan adalah sebuah amanah,namun dalam kenyataannya sedikit sekali atau bisa dikatakan hampir tidak adapemimpin yang sungguh – sungguh menerapkan kepemimpinan dari hati, yaitukepemimpinan yang melayani. A. Karakter Kepemimpinan Hati Yang Melayani Kepemimpianan yang melayani dimulai dari dalam diri kita. Kepemimpinanmenuntut suatu transformasi dari dalam hati dan perubahan karakter. Kepemimpinanyang melayani dimulai dari dalam dan kemudian bergerak keluar untuk melayanimereka yang dipimpinnya. Disinilah pentingnya karakter dan integritas seorangpemimpin untuk menjadi pemimpin yang diterima oleh rakyat yang dipimpinnya.
  • Kembali kita saksikan betapa banyak pemimpin yang mengaku wakil rakyat ataupunpejabat publik, justru tidak memiliki integritas sama sekali, karena apa yang diucapkandan dijanjikan ketika kampanye dalam pemilu tidak sama dengan yang dilakukan ketikasudah duduk nyaman di kursinya. Paling tidak menurut Ken Blanchard dan kawan – kawan, ada sejumlah ciri –ciridan nilai yang muncul dari seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani,yaitutujuan utama seorang pemimpin adalah melayani kepentingan mereka yangdipimpinnya. Orientasinya adalah bukan untuk kepentingan diri pribadi maupungolongan tapi justru kepentingan publik yang dipimpinnya. Seorang pemimpin memiliki kerinduan untuk membangun dan mengembangkan Chapter kepemimpinanmereka yang dipimpinnya sehingga tumbuh banyak pemimpin dalam kelomponya. Halini sejalan dengan buku yang ditulis oleh John Maxwell berjudul Developing the LeadersAround You. Keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung dari kemampuannyauntuk membangun orang – orang di sekitarnya, karena keberhasilan sebuah organisasisangat tergantung pada potensi sumber daya manusia dalam organisasi tersebut. Jikasebuah organisasi atau masyarakat mempunyai banyak anggota dengan kualitaspemimpin, organisasi atau bangsa tersebut akan berkembang dan menjadi kuat. Pemimpin yang melayani memiliki kasih dan perhatian kepada mereka yangdipimpinnya. Kasih itu mewujud dalam bentuk kepedulian akan kebutuhan,kepentingan, impian da harapan dari mereka yang dipimpinnya. Seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani adalah akuntabilitas( accountable ). Istilah akuntabilitas adalah berarti penuh tanggung jawab dan dapatdiandalkan. Artinya seluruh perkataan,pikiran dan tindakannya dapatdipertanggungjawabkan kepada public atau kepada setiap anggota organisasinya. Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang mau mendengar. Maumendengar setiap kebutuhan, impian, dan harapan dari mereka yang dipimpin.Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang dapat mengendalikam ego dankepentingan pribadinya melebihi kepentingan public atau mereka yang dipimpinnya.Mengendalikan ego berarti dapat mengendalikan diri ketika tekanan maupun tantanganyang dihadapi menjadi begitu berat,selalu dalam keadaan tenang, penuh pengendaliandiri, dan tidak mudah emosi. B. Metode Kepemimpinan Kepala Yang Melayani 11
  •  Seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki hati atau karakter semata, tapijuga harus memiliki serangkaian metode kepemimpinan agar dapat menjadi pemimpinyang efektif. Banyak sekali pemimpin memiliki kualitas sari aspek yang pertama yaitukarakter dan integritas seorang pemimpin, tetapi ketika menjadi pimpinan formal, justrutidak efektif sama sekali karena tidak memiliki metode kepemimpinan yang baik. Contohadalah para pemimpin yang diperlukan untuk mengelola mereka yang dipimpinnya. Tidak banyak pemimpin yang memiliki metode kepemimpinan ini. Karena hal initidak pernah diajarkan di sekolah – sekolah formal. Keterampilan seperti ini disebutdengan Softskill atau Personalskill. Dalam salah satu artikel di economist.com adasebuah ulasan berjudul Can Leadership Be Taught, dibahas bahwa kepemimpinan(dalam hal ini metode kepemimpinan) dapat diajarkan sehingga melengkapi mereka Chapter kepemimpinanyang memiliki karakter kepemimpinan. Ada 3 hal penting dalam metode kepemimpinan,yaitu : Kepemimpinan yang efektif dimulai dengan visi yang jelas. Visi ini merupakansebuah daya atau kekuatan untuk melakukan perubahan, yang mendorong terjadinyaproses ledakan kreatifitas yang dahsyat melalui integrasi maupun sinergi berbagaikeahlian dari orang – orang yang ada dalam organisasi tersebut. Bahkan dikatakanbahwa nothing motivates change more powerfully than a clear vision. Visi yang jelasdapat secara dahsyat mendorong terjadinya perubahan dalam organisasi. Seorangpemimpin adalah inspirator perubahan dan visioner yaitu memiliki visi yang jelaskemana organisasinya akan menuju. Kepemimpinan secara sederhana adalah prosesuntuk membawa orang – orang atau organisasi yang dipimpin menuju suatu tujuan yangjelas. Tanpa visi, kepemimpinan tidak ada artinya sama sekali. Visi inilah yangmendorong sebuah organisasi untuk senantiasa tumbuh dan belajar serta berkembangdalam mempertahankan survivalnya sehingga bias bertahan sampai beberapa generasi.Ada 2 aspek mengenai visi, yaitu visionary role dan implementation role. Artinyaseorang pemimpin tidak hanya dapat membangun atau menciptakan visi bagiorganisasinya tapi memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan visi tsb ke dalamsuatu rangkaian tindakan atau kegiatan yang diperlukan untuk mencapai visi itu. Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang yang responsive. Artinya diaselalu tanggap terhadap setiap persoalan, kebutuhan, harapan, dan impian dari merekayang dipimpin. Selain itu selalu aktif dan proaktif dalam mencari solusi dari setiappermasalahan ataupun tantangan yang dihadapi. Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang pelatih atau pendamping bagiorang – orang yang dipimpinnya (performance coach). Artinya dia memiliki kemempuanuntuk menginspirasi, mendorong dan memampukan anak buahnya dalam menyusunperencanaan (termasuk rencana kegiatan, target atau sasaran, rencana kebutuhansumber daya, dsb), melakukan kegiatan sehari – hari seperti monitoring danpengendalian, serta mengevaluasi kinerja dari anak buahnya. 12
  •  [LEADERSHIP THEORY] January 11, 2010 . Perilaku Kepemimpinan Tangan Yang Melayani Pemimpin yang melayani bukan sekedar memperlihatkan karakter dan integritas,serta memiliki kemampuan metode kepemimpinan, tapi dia harus menunjukkanperilaku maupun kebiasaan seorang pemimpin. Dalam buku Ken Blanchard disebutka Chapter kepemimpinanperilaku seorang pemimpin, yaitu : Pemimpin tidak hanya sekedar memuaskan mereka yang dipimpin, tapi sungguh-sungguh memiliki kerinduan senantiasa untuk memuaskan Tuhan. Artinya dia hidupdalam perilaku yang sejalan dengan firman Tuhan. Dia memiliki misi untuk senantiasamemuliakan Tuhan dalam setiap apa yang dipikirkan, dikatakan, dan diperbuatnya. Pemimpin focus pada hal-hal spiritual dibandingkan dengan sekedar kesuksesanduniawi. Baginya kekayaan dan kemakmuran adalah untuk dapat memberi dan beramallebih banyak. Apapun yang dilakukan bukan untuk mendapat penghargaan, tapimelayani sesamanya. Dan dia lebih mengutamakan hubungan atau relasi yang penuhkasih dan penghargaan, dibandingkan dengan status dan kekuasaan semata. Pemimpin sejati senantiasa mau belajar dan bertumbuh dalam berbagai aspek ,baik pengetahuan, kesehatan, keuangan, relasi, dsb. Setiap harinya senantiasamenyelaraskan (recalibrating ) dirinya terhadap komitmen untuk melayani Tuhan dansesame. Melalui solitude (keheningan), prayer (doa), dan scripture (membaca FirmanTuhan ). Demikian kepemimpinan yang melayani menurut Ken Blanchard yang sangatrelevan dengan situasi krisis kepemimpinan yang dialami oleh bangsa Indonesia. Bahkanmenurut Danah Zohar, penulis buku Spiritual Intelligence: SQ the Ultimate Intelligence,salah satu tolak ukur kecerdasan spiritual adalah kepemimpinan yang melayani (servantleadership). Bahkan dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Gay Hendrick dan KateLuderman, menunjukkan pemimpin – pemimpin yang berhasil membawaperusahaannya ke puncak kesuksesan biasanya adalah pemimpin yang memiliki SQ yangtinggi. Mereka biasanya adalah orang –orang yang memiliki integritas, terbuka, mampumenerima kritik, rendah hati, mampu memahami spiritualitas yang tinggi, dan selalumengupayakan yang terbaik bagi diri mereka sendiri maupun bagi orang lain.
  • KEPEMIMPINAN SEJATI Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari prosesperubahan karakter atau tranformasi internal dalam diri seseorang. Kepemimpinanbukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjangperubahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya,ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter Chapter kepemimpinanyang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepadalingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya,pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati. Jadi pemimpin bukan sekedargelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh danberkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal(leadership from the inside out ). Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau jabatanseseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buahdari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagikeluarga, bagi lingkungan pekerjaan, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan baginegerinya. ” I don’t think you have to be waering stars on your shoulders or a title to beleadar. Anybody who want to raise his hand can be a leader any time”,dikatakan denganlugas oleh General Ronal Fogleman,Jenderal Angkatan Udara Amerika Serikat yangartinya Saya tidak berpikir anda menggunakan bintang di bahu anda atau sebuah gelarpemimpin. Orang lainnya yang ingin mengangkat tangan dapat menjadi pemimpin dilain waktu. Sering kali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh merekayang dipimpinnya. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan, maka seluruh anggotatim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. Pemimpin sejatiadalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dam maximizer. Konsep pemikiran seperti ini adalah sesuatu yang baru dan mungkin tidak bisaditerima oleh para pemimpin konvensional yang justru mengharapkan penghormatandan pujian (honor & praise) dari mereka yang dipimpinnya. Semakin dipuji bahkandikultuskan, semakin tinggi hati dan lupa dirilah seorang pemimpin. Justrukepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang didasarkan pada kerendahan hati(humble). Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kitaperoleh dari kisah hidup Nelson Mandela. Seorang pemimpin besar Afrika Selatan, yang 14
  • membawa bangsanya dari negara yang rasialis menjadi negara yang demokratis danmerdeka.Selama penderitaan 27 tahun penjara pemerintah Apartheid, justrumelahirkan perubahan dalam diri Beliau. Sehingga Beliau menjadi manusia yang rendahhati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selam bertahun –tahun. Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal, Kenneth Blanchard, bahwakepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yangdipimpinnya. Perubahan karakter adalah segala-galanya bagi seorang pemimpin sejati.Tanpa perubahan dari dalam, tanpa kedamaian diri, tanpa kerendahan hati, tanpaadanya integritas yang kokoh, daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan, dan visiserta misi yang jelas, seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati. Chapter kepemimpinan Sebuah jenis kepemimpinan yaitu Leader memiliki 4 makna terkait dengankepemimpinan sejati, yaitu : berarti kecerdasan atau intelligence. Seperti dalam IQ berarti kecerdasanintelektual,EQ berarti kecerdasan emosional, dan SQ berarti kecerdasan spiritual. leaderberarti seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan IQ,EQ,SQ yang cukup tinggi. leader berarti kepemimpinan yang memiliki kualitas(quality), baik dari aspekvisioner maupun aspek manajerial. leader berarti seorang pemimpin yang memiliki qi ( dibaca ‘chi’ dalam bahasaMandarin yang berarti kehidupan). keempat adalah qolbu atau inner self. Seorang pemimpin sejati adalahseseorang yang sungguh-sungguh mengenali dirinya (qolbunya) dan dapat mengeloladan mengendalikannya (self management atau qolbu management). Menjadi seorang pemimpin berarti menjadi seorang pemimpin yang selalubelajar dan bertumbuh senantiasa untuk mencapai tingkat atau kadar (intelligence-quality-qi-qolbu) yang lebih tinggi dalam upaya pencapaian misi dan tujuan organisasimaupun pencapaian makna kehidupan setiap pribadi seorang pemimpin.Rangkuman kepemimpinan dalam 3 aspek penting yang disingkat menajadi 3C, yaitu : · Perubahan karakter dari dalam diri (character chage). · Visi yang jelas (clear vision). · Kemampuan atau kompetensi yang tinggi (competence).
  •  Ketiga hal tersebut dilandasi oleh suatu sikap disiplin yang tinggi untuksenantiasa bertumbuh, belajar dan berkembang baik secara internal (pengembangankemampuan intrapersonal, kemampuan teknis, pengatahuan,dll) maupun dalamhubungannya dengan orang lain (pengembangan kemampuan interpersonal danmetode kepemimpinan). Seperti yang dikatakan oleh John Maxwell, ” The only way thatI can keep leading is to keep growing. The the day I stop growing, somebody else takesthe leadership baton. That is way it always it.” Satu-satunya cara agar saya tetapmenjadi pemimpin adalah saya harus senantiasa bertumbuh. Ketika saya berhentibertumbuh, orang lain akan mengambil alih kepemimpinan tsb. 2.5 KEPEMIMPINAN DAN KEARIFAN LOKAL Chapter kepemimpinan Kearifan lokal yaitu spirit local genius yang disepadankan maknanya denganpengetahuan, kecerdikan,kepandaian, keberilmuan, dan kebijaksanaan dalampengambilan keputusan dan berkenaan dengan penyelesaian masalah yang relativepelik dan rumit, Dalam suatu lokal (daerah ) tentunya selalu diharapkan kehidupan yang selaras,serasi dan seimbang (harmonis). Kehidupan yang penuh kedamaian dan suka cita.Kehidupan yang dipimpin oleh pimpinan yang dihormati bawahannya. Kehidupan yangteratur dan terarah yang dipimpin oleh pimpinan yang mampu menciptakan suasanakondusif. Kehidupan manusia tidak lepas dari masalah. Serangkaian masalah tidaklahboleh didiamkan. Setiap masalah yang muncul haruslah diselesaikan. Dengan memilikijiwa kepemimpinan, seseorang akan mampu menaggulangi setiap masalah yang muncul. Manusia di besarkan masalah. Dalam kehidupan local masyarakat, setiapmasalah yang muncul dapat ditanggulangi dengan kearifan local masyarakat setempat.Contohnya adalah masalah banjir yang di alami masyarakat di berbagai tempat.Khususnya di Bali, seringkali terjadi banjir di wilayah Kuta. Sebagai tempat tujuan wisatadunia tentu hal ini sangat tidak menguntungkan. Masalah ini haruslah segera ditangani.Dalam hal pembuatan drainase dan infrastruktur lainnya, diperlukan kematanganrencana agar pembangunan yang dilaksanakan tidak berdampak buruk. Terbukti,penanggulangan yang cepat dengan membuat gorong -gorong bisa menurunkan debitair yang meluber ke jalan. Sebagai pemimpin lokal, pihak Camat Kuta, I Gede Wijaya sebelumnya telahmelakukan sosialisasi terkait pembangunan gorong – gorong. Camat Kuta secaralangsung dan tertulis telah menyampaikan hal tersebut kepada pengusaha serta pemilikbangunan dalam surat  Kata pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan memiliki keterikatan yang tak Chapter kepemimpinandapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satusama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya memilikibeberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yangdigunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat – sifatnya, ataukewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teorimaupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan. Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpinbukan dari kekuasaanya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Seorangpemimpin sejati selalu bekerja keras memperbaiki dirinya sebelum sibuk memperbaikiorang lain. Pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkansesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahirdari proses internal (leadership from the inside out).  SARAN Sangat diperlukan sekali jiwa kepemimpinan pada setiap pribadi manusia. Jiwakepemimpinan itu perlu selalu dipupuk dan dikembangkan. Paling tidak untukmemimpin diri sendiri. Jika saja Indonesia memiliki pemimpin yang sangat tangguh tentu akan menjadiluar biasa. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin,pengikut mengikuti. Jika pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinyaadalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Oleh karena itu kualitas kita tergantungkualitas pemimpin kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula yangdipimpin.