pahlawan

12 Des

kepemimpinanperusahaan sampai dengan pemerintahan sering kita dengar sebutan pemimpin,kepemimpinan serta kekuasaan. Ketiga kata tersebut memang memiliki hubungan yangberkaitan satu dengan lainnya. Beberapa ahli berpandapat tentang Pemimpin, beberapa diantaranya : o Menurut Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaannya dalam mencapai tujuan. o Menurut Robert Tanembaum, Pemimpin adalah mereka yang menggunakan wewenang formal untuk mengorganisasikan, mengarahkan, mengontrol para bawahan yang bertanggung jawab, supaya semua bagian pekerjaan dikoordinasi demi mencapai tujuan perusahaan. o Menurut Prof. Maccoby, Pemimpin pertama-tama harus seorang yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Pemimpin yang baik untuk masa kini adalah orang yang religius, dalam artian menerima kepercayaan etnis dan moral dari berbagai agama secara kumulatif, kendatipun ia sendiri mungkin menolak ketentuan gaib dan ide ketuhanan yang berlainan. o Menurut Lao Tzu, Pemimpin yang baik adalah seorang yang membantu mengembangkan orang lain, sehingga akhirnya mereka tidak lagi memerlukan pemimpinnya itu. o Menurut Davis and Filley, Pemimpin adalah seseorang yang menduduki suatu posisi manajemen atau seseorang yang melakukan suatu pekerjaan memimpin.

  •  Sedangakn menurut Pancasila, Pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong, menuntun, dan membimbing asuhannya. Dengan kata lain, beberapa asas utama dari kepemimpinan Pancasila adalah : o Ing Ngarsa Sung Tuladha : Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang -orang yang dipimpinnya. Ing Madya Mangun Karsa : Pemimpin harus mampu membangkitkan semangatberswakarsa dan berkreasi pada orang-orang yang dibimbingnya. Chapter kepemimpinan Tut Wuri Handayani : Pemimpin harus mampu mendorong orang-orang yangdiasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab. Seorang pemimpin boleh berprestasi tinggi untuk dirinya sendiri, tetapi itu tidakmemadai apabila ia tidak berhasil menumbuhkan dan mengembangkan segala yangterbaik dalam diri para bawahannya. Dari begitu banyak definisi mengenai pemimpin,dapat penulis simpulkan bahwa : Pemimpin adalah orang yang mendapat amanah sertamemiliki sifat, sikap, dan gaya yang baik untuk mengurus atau mengatur orang lain. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasiorang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputiproses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilakupengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok danbudayanya. Sedangkan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lainuntuk mau melakukan pap yang diinginkan pihak lainnya.”The art of influencing anddirecting meaninsuch away to abatain their willing obedience, confidence, respect, andloyal cooperation in order to accomplish the mission”. Kepemimpinan adalah seni untukmempengaruhidan menggerakkan orang – orang sedemikian rupa untuk memperolehkepatuhan, kepercayaan, respek, dan kerjasama secara royal untuk menyelesaikan tugasField Manual 22-100. Kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk maumelakukan apa yang diinginkan pihak lainnya. Ketiga kata yaitu pemimpin,kepemimpinan serta kekuasaan yang dijelaskan sebelumnya tersebut memilikiketerikatan yang tak dapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanyaberdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasilhendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang ataupendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat –sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruhterhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan. 2
  •  Fungsi pemimpin dalam suatu organisasi tidak dapat dibantah merupakansesuatu fungsi yang sangat penting bagi keberadaan dan kemajuan organisasi yangbersangkutan. Pada dasarnya fungsi kepemimpinan memiliki 2 aspek yaitu :- Fungsi administrasi, yakni mengadakan formulasi kebijaksanakan administrasi danmenyediakan fasilitasnya.- Fungsi sebagai Top Mnajemen, yakni mengadakan planning, organizing, staffing,directing, commanding, controling, dsb. Chapter kepemimpinan 2.2 TEORI KEPEMIMPINAN Memahami teori-teori kepemimpinan sangat besar artinya untuk mengkajisejauh mana kepemimpinan dalam suatu organisasi telah dapat dilaksanakan secaraefektif serta menunjang kepada produktifitas organisasi secara keseluruhan. Dalamkarya tulis ini akan dibahas tentang teori dan gaya kepemimpinan. Seorang pemimpin harus mengerti tentang teori kepemimpinan agar nantinyamempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi. Beberapa teori tentangkepemimpinan antara lain : Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory ) Analisis ilmiah tentang kepemimpinan berangkat dari pemusatan perhatianpemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan Romawiyang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan, bukan diciptakan yang kemudianteori ini dikenal dengan ”The Greatma Theory”. Dalam perkembanganya, teori inimendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwasifat-sifat kepemimpinan tidak seluruhnya dilahirkan akan tetapi juga dapat dicapaimelalui pendidikan dan pengalaman. Sifat-sifat itu antara lain : sifat fisik, mental, dankepribadian. Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilankepemimpinan organisasi, antara lain : Kecerdasan Berdasarkan hasil penelitian, pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggidi atas kecerdasan rat- rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasilyang lebih tinggi pula. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasanyang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya. 3
  •  Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internalmaupun eksternal, seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang danstabil. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalammempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya. Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi Chapter kepemimpinan Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggiserta dorongan untuk berprestasi. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin padakinerja yang optimal, efektif dan efisien. Sikap Hubungan Kemanusiaan Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga parapengikutnya mampu berpihak kepadanya Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori inimemiliki kecendrungan kearah 2 hal. Pertama yang disebut dengan Konsiderasi yaitu kecendrungan seorangpemimpin yang menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yangada dalam hal ini seperti : membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan danbersedia berkonsultasi dengan bawahan. Kedua disebut Struktur Inisiasi yaitu Kecendrungan seorang pemimpin yangmemberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat , bawahan mendapatinstruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasilyang akan dicapai. Jadi, berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang baik adalah bagaimanaseorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadaphasil yang tinggi pula. Teori Kewibawaan Pemimpin Kewibawaan merupakan faktor penting dalam kehidupan kepemimpinan, sebabdengan faktor itu seorang pemimpin akan dapat mempengaruhi perilaku orang lain baik 4
  •  perorangan maupun kelompok sehingga orang tersebut bersedia untukmelakukan apa yang dikehendaki oleh pemimpin. Teori Kepemimpinan Situasi Seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harusbersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan. Teori Kelompok Chapter kepemimpinan Agar tujuan kelompok (organisasi) dapat tercapai, harus ada pertukaran yangpositif antara pemimpin dengan pengikutnya. Dari adanya berbagai teori kepemimpinan di atas, dapat diketahui bahwa teorikepemimpinan tertentu akan sangat mempengaruhi gaya kepemimpinan (LeadershipStyle), yakni pemimpin yang menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan segenapfilsafat, keterampilan dan sikapnya. Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpanbersikap, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan orang lain dalam mempengaruhiorang untuk melakukan sesuatu.Gaya tersebut bisa berbeda – beda atas dasar motivasi ,kuasa ataupun orientasi terhadap tugas atau orang tertentu. Diantara beberapa gayakepemimpinan, terdapat pemimpin yang positif dan negatif, dimana perbedaan itudidasarkan pada cara dan upaya mereka memotivasi karyawan. Apabila pendekatandalam pemberian motivasi ditekankan pada imbalan atau reward (baik ekonomismaupun nonekonomis) berartitelah digunakan gaya kepemimpinan yang positif.Sebaliknya jika pendekatannya menekankan pada hukuman atau punishment, berartidia menerapkan gaya kepemimpinan negatif. Pendekatan kedua ini dapatmenghasilakan prestasi yang diterima dalam banyak situasi, tetapi menimbulkankerugian manusiawi. Selain gaya kepemimpinan di atas masih terdapat gaya lainnya. Otokratis Kepemimpinan seperti ini menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalammencapai keputusan dan pengembangan strukturnya. Kekuasaan sangat dominandigunakan. Memusatkan kekuasaan dan pengambilan keputusan bagi dirinya sendiri,dan menata situasi kerja yang rumit bagi pegawai sehingga mau melakukan apa sajayang diperintahkan. Kepemimpinan ini pada umumnya negatif, yang berdasarkan atasancaman dan hukuman. Meskipun demikian, ada juga beberapa manfaatnya antaranyamemungkinkan pengambilan keputusan dengan cepat serta memungkinkanpendayagunaan pegawai yang kurang kompeten. 5
  •  Partisipasif Lebih banyak mendesentrelisasikan wewenang yang dimilikinya sehinggakeputusan yang diambil tidak bersifat sepihak. Demokrasi Ditandai adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakanpendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Di bawah kepemimpinan Chapter kepemimpinanpemimpin yang demokrasis cenderung bermoral tinggi dapat bekerjasama,mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri. Kendali Bebas Pemimpin memberikan kekuasaan penuh terhadap bawahan, struktur organisasibersifat longgar dan pemimpin bersifat pasif. Yaitu Pemimpin menghindari kuasa dantanggung-jawab, kemudian menggantungkannya kepada kelompok baik dalammenetapkan tujuan dan menanggulangi masalahnya sendiri. Dilihat dari orientasi si pemimpin, terdapat dua gaya kepemimpinan yangditerapkan, yaitu gaya konsideral dan struktur, atau dikenal juga sebagai orientasipegawai dan orientasi tugas. Beberapa hasil penelitian para ahli menunjukkan bahwaprestasi dan kepuasan kerja pegawai dapat ditingkatkan apabila konsiderasi merupakangaya kepemimpinan yang dominan. Sebaliknya, para pemimpin yang berorientasi tugasyang terstruktur, percaya bahwa mereka memperoleh hasil dengan tetap membuatorang -orang sibuk dan mendesak mereka untuk berproduksi. Pemimpin yang positif, partisipatif dan berorientasi konsiderasi,tidak selamanyamerupakan pemimpinyan terbaik.fiedler telah mengembakan suatumodel pengecualiandari ketiga gaya kepemimpinan diatas,yakni model kepemimpinankontigennis.model ininyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang paling sesuai bergantung pada situasi dimanapemimpin bekerja.dengan teorinya ini fiedler ingin menunjukkan bahwa keefektifanditunjukkan oleh interaksi antara orientasi pegawai dengan 3 variabel yang berkaitandengan pengikut, tugas dan organisasi. Ketiga variabel itu adalah hubungan antarapemimpin dengan anngota ( Leader – member rolations), struktur tugas (task strukture),dan kuasa posisi pemimpin (Leader position power). Variabel pertama ditentukan olehpengakuan atau penerimaan (akseptabilitas) pemimpin oleh pengikut, variabel keduamencerminkan kadar diperlukannya cara spesifik untuk melakukan pekerjaan, variabelketiga menggambarkan kuasa organisasi yang melekat pada posisi pemimpin. 6
  •  Model kontingensi Fieldler ini serupa dengan gaya kepemimpinan situasionaldari Hersey dan Blanchard. Konsepsi kepemimpinan situasional ini melengkapipemimpin dengan pemahaman dari hubungan antara gaya kepemimpinan yang efektifdengan tingkat kematangan (muturity) pengikutnya.perilaku pengikut atau bawahan iniamat penting untuk mengetahui kepemimpinan situasional, karena bukan saja pengikutsebagai individu bisa menerima atau menolak pemimpinnya, akan tetapi sebagaikelompok , pengikut dapat menemukan kekuatan pribadi apapun yang dimilikipemimpin. Menurut Hersey dan Blanchard (dalam Ludlow dan Panton,1996 : 18 dst), masingmasing gaya kepemimpinan ini hanya memadai dalm situasi yang tepat meskipundisadari bahwa setiap orang memiliki gaya yang disukainya sendiri dan sering merasa Chapter kepemimpinansulit untuk mengubahnya meskipun perlu. Banyak studi yang sudah dilakukan untuk melihat gaya kepemimpinanseseorang. Salah satunya yang terkenal adalah yang dikemukakan oleh Blanchard, yangmengemukakan 4 gaya dari sebuah kepemimpinan. Gaya kepemimpinan ini dipengaruhioleh bagaimana cara seorang pemimpin memberikan perintah, dan sisi lain adalah caramereka membantu bawahannya. Keempat gaya tersebut adalah Directing Gaya tepat apabila kita dihadapkan dengan tugas yang rumit dan staf kita belummemiliki pengalaman dan motivasi untuk mengerjakan tugas tersebut. Atau apabilaanda berada di bawah tekanan waktu penyelesaian. Kita menjelaskan apa yang perludan apa yang harus dikerjakan. Dalam situasi demikian, biasanya terjadi over-communicating (penjelasan berlebihan yang dapat menimbulkan kebingungan danpembuangan waktu). Dalam proses pengambilan keputusan, pemimpin memberikanaturan-aturan dan proses yang detil kepada bawahan. Pelaksanaan di lapangan harusmenyesuaikan dengan detil yang sudah dikerjakan. Coaching Pemimpin tidak hanya memberikan detil proses dan aturan kepada bawahantapi juga menjelaskan mengapa sebuah keputusan itu diambil, mendukung prosesperkembangannya, dan juga menerima barbagai masukan dari bawahan. Gaya yangtepat apabila staf kita telah lebih termotivasi dan berpengalaman dalam menghadapisuatu tugas. Disini kita perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengertitentang tugasnya, dengan meluangkan waktu membangun hubungan dan komunikasiyang baik dengan mereka. Supporting 7
  •  Sebuah gaya dimana pemimpin memfasiliasi dan membantu upaya bawahannyadalam melakukan tugas. Dalam hal ini, pemimpin tidak memberikan arahan secaradetail, tetapi tanggung jawab dan proses pengambilan keputusan dibagi bersamadengan bawahan. Gaya ini akan berhasil apabila karyawan telah mengenal teknik –teknik yang dituntut dan telah mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengananda. Dalam hal ini kita perlumeluangkan waktu untuk berbincang – bincang, untuklebih melibatkan mereka dalam penganbilan keputusan kerja, serta mendengarkansaran -saran mereka mengenai peningkatan kinerja. Delegating Chapter kepemimpinan Sebuah gaya dimana seorang pemimpin mendelegasikan seluruh wewenang dantanggung jawabnya kepada bawahan. Gaya Delegating akan berjalan baik apabila stafkita sepenuhnya telah paham dan efisien dalm pekerjaan, sehingga kita dapat melepasmereka menjalankan tugas atau pekerjaan itu atas kemampuan dan inisiatifnya sendiri. Keempat gaya ini tentu saja mempunyai kelemahan dan kelebihan, serta sangattergantung dari lingkungan di mana seorang pemimpin berada, dan juga kesiapan daribawahannya. Maka kemudian timbul apa yang disebut sebagai ”situational leadership”.Situational leadership mengindikasikan bagaimana seorang pemimpin harusmenyesuaikan keadaan dari orang -orang yang dipimpinnya. Ditengah -tengah dinamika organisasi (yang antara lain diindikasikan oleh adanyaperilaku staf / individu yang berbeda-beda), maka untuk mencapai efektivitas organisasi,penerapan keempat gaya kepemimpinan diatas perlu disesuaikan dengan tuntutankeadaan. Inilah yang dimaksud dengan situasional lesdership,sebagaimana telahdisinggung di atas. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa untuk dapat mengembangkangaya kepemimpinan situasional ini, seseorang perlu memiliki tiga kemampuan khususyakni : Kemampuan analitis (analytical skills) yakni kemampuan untuk menilai tingkatpengalaman dan motivasi bawahan dalam melaksanakan tugas. Kemampuan untuk fleksibel (flexibility atau adaptability skills) yaitu kemampuanuntuk menerapkan gaya kepemimpinan yang paling tepat berdasarkan analisa terhadapsituasi. Kemampuan berkomunikasi (communication skills) yakni kemampuan untukmenjelaskan kepada bawahan tentang perubahan gaya kepemimpinan yang kitaterapkan. 8
  • Ketiga kemampuan di atas sangat dibutuhkan bagi seorang pemimpin, sebabseorang pemimpin harus dapat melaksanakan tiga peran utamanya yakni peraninterpersonal, peran pengolah informasi (information processing), serta peranpengambilan keputusan (decision making) (Gordon, 1996 : 314-315).Peran pertama meliputi :Peran Figurehead Sebagai simbol dari organisasiLeader Berinteraksi dengan bawahan, memotivasi dan mengembangkannya Liaison Menjalin suatu hubungan kerja dan menangkap informasi untuk kepentingan Chapter kepemimpinanorganisasi.Sedangkan peran kedua terdiri dari 3 peran juga yakni :Monitior Memimpin rapat dengan bawahan, mengawasi publikasi perusahaan, atauberpartisipasi dalam suatu kepanitiaan.Disseminator Menyampaikan informasi, nilai – nilai baru dan fakta kepada bawahan.Spokeman Juru bicara atau memberikan informasi kepada orang – orang di luarorganisasinya.Peran ketiga terdiri dari 4 peran yaitu :Enterpreneur Mendesain perubahan dan pengembangan dalam organisasi.Disturbance Handler Mampu mengatasi masalah terutama ketika organisasi sedangdalam keadaan menurun.Resources Allocator Mengawasi alokasi sumber daya manusia, materi, uang dan waktudengan melakukan penjadwalan, memprogram tugas – tugas bawahan, danmengesahkan setiap keputusan.Negotiator Melakukan perundingan dan tawar – menawar.Dalam perspektif yang lebih sederhana, Morgan ( 1996 : 156 ) mengemukakan 3 macamperan pemimpin yang disebut dengan 3A, yakni :Alighting Menyalakan semangat pekerja dengan tujuan individunya. Aligning Menggabungkan tujuan individu dengan tujuan organisasi sehingga setiaporang menuju ke arah yang sama.
  •  Allowing Memberikan keleluasaan kepada pekerja untuk menantang dan mengubahcara kerja mereka. Jika saja Indonesia memiliki pemimpin yang sangat tangguh tentu akan menjadiluar biasa. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin,pengikut mengikuti. Jika pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinyaadalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Oleh karena itu kualitas kita tergantungkualitas pemimpin kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula yangdipimpin. Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin Chapter kepemimpinanbukan dari kekuasaanya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Maka jikaingin menjadi pemimpin yang baik jangan pikirkan orang lain, pikirkanlah diri sendiridulu. Tidak akan bisa mengubah orang lain dengan efektif sebelum merubah diri sendiri.Bangunan akan bagus, kokoh, megah, karena ada pondasinya. Maka sibuk memikirkanmembangun umat, membangun masyarakat, merubah dunia akan menjadi omongkosong jika tidak diawali dengan diri sendiri. Merubah orang lain tanpa merubah dirisendiri adalah mimpi mengendalikan orang lain tanpa mengendalikan diri. 2.3 KEPEMIMPINAN YANG MELAYANI Merenungkan kembali arti makna kepemimpinan, sering diartikankepemimpinan adalah jabatan formal, yang menuntut untuk mendapat fasilitas danpelayanan dari konstituen yang seharusnya dilayani. Meskipun banyak di antarapemimpin yang ketika dilantik mengatakan bahwa jabatan adalah sebuah amanah,namun dalam kenyataannya sedikit sekali atau bisa dikatakan hampir tidak adapemimpin yang sungguh – sungguh menerapkan kepemimpinan dari hati, yaitukepemimpinan yang melayani. A. Karakter Kepemimpinan Hati Yang Melayani Kepemimpianan yang melayani dimulai dari dalam diri kita. Kepemimpinanmenuntut suatu transformasi dari dalam hati dan perubahan karakter. Kepemimpinanyang melayani dimulai dari dalam dan kemudian bergerak keluar untuk melayanimereka yang dipimpinnya. Disinilah pentingnya karakter dan integritas seorangpemimpin untuk menjadi pemimpin yang diterima oleh rakyat yang dipimpinnya.
  • Kembali kita saksikan betapa banyak pemimpin yang mengaku wakil rakyat ataupunpejabat publik, justru tidak memiliki integritas sama sekali, karena apa yang diucapkandan dijanjikan ketika kampanye dalam pemilu tidak sama dengan yang dilakukan ketikasudah duduk nyaman di kursinya. Paling tidak menurut Ken Blanchard dan kawan – kawan, ada sejumlah ciri –ciridan nilai yang muncul dari seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani,yaitutujuan utama seorang pemimpin adalah melayani kepentingan mereka yangdipimpinnya. Orientasinya adalah bukan untuk kepentingan diri pribadi maupungolongan tapi justru kepentingan publik yang dipimpinnya. Seorang pemimpin memiliki kerinduan untuk membangun dan mengembangkan Chapter kepemimpinanmereka yang dipimpinnya sehingga tumbuh banyak pemimpin dalam kelomponya. Halini sejalan dengan buku yang ditulis oleh John Maxwell berjudul Developing the LeadersAround You. Keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung dari kemampuannyauntuk membangun orang – orang di sekitarnya, karena keberhasilan sebuah organisasisangat tergantung pada potensi sumber daya manusia dalam organisasi tersebut. Jikasebuah organisasi atau masyarakat mempunyai banyak anggota dengan kualitaspemimpin, organisasi atau bangsa tersebut akan berkembang dan menjadi kuat. Pemimpin yang melayani memiliki kasih dan perhatian kepada mereka yangdipimpinnya. Kasih itu mewujud dalam bentuk kepedulian akan kebutuhan,kepentingan, impian da harapan dari mereka yang dipimpinnya. Seorang pemimpin yang memiliki hati yang melayani adalah akuntabilitas( accountable ). Istilah akuntabilitas adalah berarti penuh tanggung jawab dan dapatdiandalkan. Artinya seluruh perkataan,pikiran dan tindakannya dapatdipertanggungjawabkan kepada public atau kepada setiap anggota organisasinya. Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang mau mendengar. Maumendengar setiap kebutuhan, impian, dan harapan dari mereka yang dipimpin.Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang dapat mengendalikam ego dankepentingan pribadinya melebihi kepentingan public atau mereka yang dipimpinnya.Mengendalikan ego berarti dapat mengendalikan diri ketika tekanan maupun tantanganyang dihadapi menjadi begitu berat,selalu dalam keadaan tenang, penuh pengendaliandiri, dan tidak mudah emosi. B. Metode Kepemimpinan Kepala Yang Melayani 11
  •  Seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki hati atau karakter semata, tapijuga harus memiliki serangkaian metode kepemimpinan agar dapat menjadi pemimpinyang efektif. Banyak sekali pemimpin memiliki kualitas sari aspek yang pertama yaitukarakter dan integritas seorang pemimpin, tetapi ketika menjadi pimpinan formal, justrutidak efektif sama sekali karena tidak memiliki metode kepemimpinan yang baik. Contohadalah para pemimpin yang diperlukan untuk mengelola mereka yang dipimpinnya. Tidak banyak pemimpin yang memiliki metode kepemimpinan ini. Karena hal initidak pernah diajarkan di sekolah – sekolah formal. Keterampilan seperti ini disebutdengan Softskill atau Personalskill. Dalam salah satu artikel di economist.com adasebuah ulasan berjudul Can Leadership Be Taught, dibahas bahwa kepemimpinan(dalam hal ini metode kepemimpinan) dapat diajarkan sehingga melengkapi mereka Chapter kepemimpinanyang memiliki karakter kepemimpinan. Ada 3 hal penting dalam metode kepemimpinan,yaitu : Kepemimpinan yang efektif dimulai dengan visi yang jelas. Visi ini merupakansebuah daya atau kekuatan untuk melakukan perubahan, yang mendorong terjadinyaproses ledakan kreatifitas yang dahsyat melalui integrasi maupun sinergi berbagaikeahlian dari orang – orang yang ada dalam organisasi tersebut. Bahkan dikatakanbahwa nothing motivates change more powerfully than a clear vision. Visi yang jelasdapat secara dahsyat mendorong terjadinya perubahan dalam organisasi. Seorangpemimpin adalah inspirator perubahan dan visioner yaitu memiliki visi yang jelaskemana organisasinya akan menuju. Kepemimpinan secara sederhana adalah prosesuntuk membawa orang – orang atau organisasi yang dipimpin menuju suatu tujuan yangjelas. Tanpa visi, kepemimpinan tidak ada artinya sama sekali. Visi inilah yangmendorong sebuah organisasi untuk senantiasa tumbuh dan belajar serta berkembangdalam mempertahankan survivalnya sehingga bias bertahan sampai beberapa generasi.Ada 2 aspek mengenai visi, yaitu visionary role dan implementation role. Artinyaseorang pemimpin tidak hanya dapat membangun atau menciptakan visi bagiorganisasinya tapi memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan visi tsb ke dalamsuatu rangkaian tindakan atau kegiatan yang diperlukan untuk mencapai visi itu. Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang yang responsive. Artinya diaselalu tanggap terhadap setiap persoalan, kebutuhan, harapan, dan impian dari merekayang dipimpin. Selain itu selalu aktif dan proaktif dalam mencari solusi dari setiappermasalahan ataupun tantangan yang dihadapi. Seorang pemimpin yang efektif adalah seorang pelatih atau pendamping bagiorang – orang yang dipimpinnya (performance coach). Artinya dia memiliki kemempuanuntuk menginspirasi, mendorong dan memampukan anak buahnya dalam menyusunperencanaan (termasuk rencana kegiatan, target atau sasaran, rencana kebutuhansumber daya, dsb), melakukan kegiatan sehari – hari seperti monitoring danpengendalian, serta mengevaluasi kinerja dari anak buahnya. 12
  •  [LEADERSHIP THEORY] January 11, 2010 . Perilaku Kepemimpinan Tangan Yang Melayani Pemimpin yang melayani bukan sekedar memperlihatkan karakter dan integritas,serta memiliki kemampuan metode kepemimpinan, tapi dia harus menunjukkanperilaku maupun kebiasaan seorang pemimpin. Dalam buku Ken Blanchard disebutka Chapter kepemimpinanperilaku seorang pemimpin, yaitu : Pemimpin tidak hanya sekedar memuaskan mereka yang dipimpin, tapi sungguh-sungguh memiliki kerinduan senantiasa untuk memuaskan Tuhan. Artinya dia hidupdalam perilaku yang sejalan dengan firman Tuhan. Dia memiliki misi untuk senantiasamemuliakan Tuhan dalam setiap apa yang dipikirkan, dikatakan, dan diperbuatnya. Pemimpin focus pada hal-hal spiritual dibandingkan dengan sekedar kesuksesanduniawi. Baginya kekayaan dan kemakmuran adalah untuk dapat memberi dan beramallebih banyak. Apapun yang dilakukan bukan untuk mendapat penghargaan, tapimelayani sesamanya. Dan dia lebih mengutamakan hubungan atau relasi yang penuhkasih dan penghargaan, dibandingkan dengan status dan kekuasaan semata. Pemimpin sejati senantiasa mau belajar dan bertumbuh dalam berbagai aspek ,baik pengetahuan, kesehatan, keuangan, relasi, dsb. Setiap harinya senantiasamenyelaraskan (recalibrating ) dirinya terhadap komitmen untuk melayani Tuhan dansesame. Melalui solitude (keheningan), prayer (doa), dan scripture (membaca FirmanTuhan ). Demikian kepemimpinan yang melayani menurut Ken Blanchard yang sangatrelevan dengan situasi krisis kepemimpinan yang dialami oleh bangsa Indonesia. Bahkanmenurut Danah Zohar, penulis buku Spiritual Intelligence: SQ the Ultimate Intelligence,salah satu tolak ukur kecerdasan spiritual adalah kepemimpinan yang melayani (servantleadership). Bahkan dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh Gay Hendrick dan KateLuderman, menunjukkan pemimpin – pemimpin yang berhasil membawaperusahaannya ke puncak kesuksesan biasanya adalah pemimpin yang memiliki SQ yangtinggi. Mereka biasanya adalah orang –orang yang memiliki integritas, terbuka, mampumenerima kritik, rendah hati, mampu memahami spiritualitas yang tinggi, dan selalumengupayakan yang terbaik bagi diri mereka sendiri maupun bagi orang lain.
  • KEPEMIMPINAN SEJATI Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari prosesperubahan karakter atau tranformasi internal dalam diri seseorang. Kepemimpinanbukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjangperubahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya,ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter Chapter kepemimpinanyang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepadalingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya,pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati. Jadi pemimpin bukan sekedargelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh danberkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal(leadership from the inside out ). Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau jabatanseseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buahdari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagikeluarga, bagi lingkungan pekerjaan, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan baginegerinya. ” I don’t think you have to be waering stars on your shoulders or a title to beleadar. Anybody who want to raise his hand can be a leader any time”,dikatakan denganlugas oleh General Ronal Fogleman,Jenderal Angkatan Udara Amerika Serikat yangartinya Saya tidak berpikir anda menggunakan bintang di bahu anda atau sebuah gelarpemimpin. Orang lainnya yang ingin mengangkat tangan dapat menjadi pemimpin dilain waktu. Sering kali seorang pemimpin sejati tidak diketahui keberadaannya oleh merekayang dipimpinnya. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan, maka seluruh anggotatim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. Pemimpin sejatiadalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dam maximizer. Konsep pemikiran seperti ini adalah sesuatu yang baru dan mungkin tidak bisaditerima oleh para pemimpin konvensional yang justru mengharapkan penghormatandan pujian (honor & praise) dari mereka yang dipimpinnya. Semakin dipuji bahkandikultuskan, semakin tinggi hati dan lupa dirilah seorang pemimpin. Justrukepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang didasarkan pada kerendahan hati(humble). Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kitaperoleh dari kisah hidup Nelson Mandela. Seorang pemimpin besar Afrika Selatan, yang 14
  • membawa bangsanya dari negara yang rasialis menjadi negara yang demokratis danmerdeka.Selama penderitaan 27 tahun penjara pemerintah Apartheid, justrumelahirkan perubahan dalam diri Beliau. Sehingga Beliau menjadi manusia yang rendahhati dan mau memaafkan mereka yang telah membuatnya menderita selam bertahun –tahun. Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal, Kenneth Blanchard, bahwakepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yangdipimpinnya. Perubahan karakter adalah segala-galanya bagi seorang pemimpin sejati.Tanpa perubahan dari dalam, tanpa kedamaian diri, tanpa kerendahan hati, tanpaadanya integritas yang kokoh, daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan, dan visiserta misi yang jelas, seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati. Chapter kepemimpinan Sebuah jenis kepemimpinan yaitu Leader memiliki 4 makna terkait dengankepemimpinan sejati, yaitu : berarti kecerdasan atau intelligence. Seperti dalam IQ berarti kecerdasanintelektual,EQ berarti kecerdasan emosional, dan SQ berarti kecerdasan spiritual. leaderberarti seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan IQ,EQ,SQ yang cukup tinggi. leader berarti kepemimpinan yang memiliki kualitas(quality), baik dari aspekvisioner maupun aspek manajerial. leader berarti seorang pemimpin yang memiliki qi ( dibaca ‘chi’ dalam bahasaMandarin yang berarti kehidupan). keempat adalah qolbu atau inner self. Seorang pemimpin sejati adalahseseorang yang sungguh-sungguh mengenali dirinya (qolbunya) dan dapat mengeloladan mengendalikannya (self management atau qolbu management). Menjadi seorang pemimpin berarti menjadi seorang pemimpin yang selalubelajar dan bertumbuh senantiasa untuk mencapai tingkat atau kadar (intelligence-quality-qi-qolbu) yang lebih tinggi dalam upaya pencapaian misi dan tujuan organisasimaupun pencapaian makna kehidupan setiap pribadi seorang pemimpin.Rangkuman kepemimpinan dalam 3 aspek penting yang disingkat menajadi 3C, yaitu : · Perubahan karakter dari dalam diri (character chage). · Visi yang jelas (clear vision). · Kemampuan atau kompetensi yang tinggi (competence).
  •  Ketiga hal tersebut dilandasi oleh suatu sikap disiplin yang tinggi untuksenantiasa bertumbuh, belajar dan berkembang baik secara internal (pengembangankemampuan intrapersonal, kemampuan teknis, pengatahuan,dll) maupun dalamhubungannya dengan orang lain (pengembangan kemampuan interpersonal danmetode kepemimpinan). Seperti yang dikatakan oleh John Maxwell, ” The only way thatI can keep leading is to keep growing. The the day I stop growing, somebody else takesthe leadership baton. That is way it always it.” Satu-satunya cara agar saya tetapmenjadi pemimpin adalah saya harus senantiasa bertumbuh. Ketika saya berhentibertumbuh, orang lain akan mengambil alih kepemimpinan tsb. 2.5 KEPEMIMPINAN DAN KEARIFAN LOKAL Chapter kepemimpinan Kearifan lokal yaitu spirit local genius yang disepadankan maknanya denganpengetahuan, kecerdikan,kepandaian, keberilmuan, dan kebijaksanaan dalampengambilan keputusan dan berkenaan dengan penyelesaian masalah yang relativepelik dan rumit, Dalam suatu lokal (daerah ) tentunya selalu diharapkan kehidupan yang selaras,serasi dan seimbang (harmonis). Kehidupan yang penuh kedamaian dan suka cita.Kehidupan yang dipimpin oleh pimpinan yang dihormati bawahannya. Kehidupan yangteratur dan terarah yang dipimpin oleh pimpinan yang mampu menciptakan suasanakondusif. Kehidupan manusia tidak lepas dari masalah. Serangkaian masalah tidaklahboleh didiamkan. Setiap masalah yang muncul haruslah diselesaikan. Dengan memilikijiwa kepemimpinan, seseorang akan mampu menaggulangi setiap masalah yang muncul. Manusia di besarkan masalah. Dalam kehidupan local masyarakat, setiapmasalah yang muncul dapat ditanggulangi dengan kearifan local masyarakat setempat.Contohnya adalah masalah banjir yang di alami masyarakat di berbagai tempat.Khususnya di Bali, seringkali terjadi banjir di wilayah Kuta. Sebagai tempat tujuan wisatadunia tentu hal ini sangat tidak menguntungkan. Masalah ini haruslah segera ditangani.Dalam hal pembuatan drainase dan infrastruktur lainnya, diperlukan kematanganrencana agar pembangunan yang dilaksanakan tidak berdampak buruk. Terbukti,penanggulangan yang cepat dengan membuat gorong -gorong bisa menurunkan debitair yang meluber ke jalan. Sebagai pemimpin lokal, pihak Camat Kuta, I Gede Wijaya sebelumnya telahmelakukan sosialisasi terkait pembangunan gorong – gorong. Camat Kuta secaralangsung dan tertulis telah menyampaikan hal tersebut kepada pengusaha serta pemilikbangunan dalam surat  Kata pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan memiliki keterikatan yang tak Chapter kepemimpinandapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satusama lainnya, tetapi banyak faktor. Pemimpin yang berhasil hendaknya memilikibeberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yangdigunakan, apakah itu kepribadiannya, keterampilan, bakat, sifat – sifatnya, ataukewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teorimaupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan. Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpinbukan dari kekuasaanya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Seorangpemimpin sejati selalu bekerja keras memperbaiki dirinya sebelum sibuk memperbaikiorang lain. Pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkansesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahirdari proses internal (leadership from the inside out).  SARAN Sangat diperlukan sekali jiwa kepemimpinan pada setiap pribadi manusia. Jiwakepemimpinan itu perlu selalu dipupuk dan dikembangkan. Paling tidak untukmemimpin diri sendiri. Jika saja Indonesia memiliki pemimpin yang sangat tangguh tentu akan menjadiluar biasa. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin,pengikut mengikuti. Jika pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinyaadalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Oleh karena itu kualitas kita tergantungkualitas pemimpin kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula yangdipimpin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: